Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Sosialita » Keseruan di Bulan Juni, Juli Sampai Menyongsong Agustusan 2025
    Sosialita

    Keseruan di Bulan Juni, Juli Sampai Menyongsong Agustusan 2025

    13 Agustus 2025Tidak ada komentar4 Mins Read3 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Oleh Cikeu Bidadewi

    Bulan Juni dan Juli identik dengan liburan sekolah yang panjang. Betul. Tapi itu pun jika kebetulan tak ada dengan pendaftaran sekolah lanjutan. Jika ada? Urusannya pasti berbeda. Karena mendaftar pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di negeri ini tahapannya tidak mudah. Kepanjangan juga jika membahas soal itu yang kita semua sudah sama-sama paham.

    Juni tahun 2025 di mana musim hujan terjadi. Tahun ini musim kemaraunya terjadi lebih pendek. Hujan mulai turun bahkan sejak bulan maret. Jadi… Puisi Hujan Di Bulan Juni yang terkenal dari Sapardi Djoko Damono itu benar- benar kejadian dan kita alami saat ini. Hujan yang turun membasahi bumi di bulan Juni. Bahkan daerah Tangsel – Banten tempat kami tinggal terjadi banjir di beberapa area.

    Juni- Juli tahun ini fixed kami tidak merencanakan berlibur kemanapun. Tapi akhirnya libur juga meski tak jauh jauh. Anak- anak bersama ayah mereka pergi camping sambil berburu babi hutan. Ada beberapa teman ayah mereka juga ikut. So itu seperti rombongan. Jalanan menuju ke sana berliku dan tidak bisa memakai kendaraan biasa. Minimal Jeep.

    Soal pengalaman berburu babi hutan? Sebetulnya juga tidak 100 persen kejadian. Anak- anak kami para remaja ABG tak sampai separo jalan mengikuti. Karena itu kegiatan yang melelahkan, dan mereka tak terbiasa.

    So, mereka hanya menikmati perjalanan berangkat dan pulang. Acara makan-makan dengan menu kambing guling ketika malam. Dan sayur asem plus sambel kala siang. Sarapan? Mereka membawa banyak roti. Karena menuju ke tempat itu ketemu pasar terakhir adalah 2 jam berkendara.

    Dari semua pengalaman itu, masakan sayur asem paling membekas untuk anak-anakku. Kemarin ketika saya berkendara di daerah Bintaro, kebetulan saya melihat deretan pohon melinjo yang tumbuh di pinggiir jalan. Entah siapa yang menanam pohon- pohon ini dulunya? Gara- gara melihat deretan pohon melinjo itu maka saya terinpirasi untuk memasak menu sayur asem lagi. Tentu dengan teman- temannya, alias, ada sambel teri medan yang pedas. Ada tempe mendoan dan gorengan lain. Udang yang saya bumbu belimbing wuluh, cabe, bawang merah, bawang putih dan sereh. Juga Puisi yang saya tulis ini. Meski asal-asalan, tapi sayang jika tak saya unggah.

    PUISI POHON MELINJO

    Makanlah Nak, Mama sudah memasak sayur asem
    Entahlah siapa dulu yang punya ide resep sayur ini
    Yang pasti dari Jabodetabek hingga ke pesisir Banten
    Masih bisa ditemui pohon-pohon melinjo
    Pohon yang bermanfaat dari biji hingga ke daun

    Apakah kamu pernah melihat pohon buah Melinjo?
    Buahnya berwarna kuning dan merah ketika masak
    Agak pahit rasanya tapi enak ketika menjadi emping
    Kulitnya gurih ditumis pakai cabe dan teri
    Daunnya untuk campuran sayur asem tadi

    Sayur asem khas di betawi sejak Mama kecil
    Dahulu orang tidak susah ketika lapar
    Tanaman pohon melinjo tersedia di sekitar rumah
    Mudah pula memasak sayur bergizi dan segar ini

    Sayur asem bisa dicampur dengan nangka dan waluh
    Kacang panjang dan jagung juga boleh variasi
    Gerusan kacang tanah dan terong muda
    Tak kan cukup sepiring nasi jika ada sambel terasi

    Bumbu sayur asem itu gampang dan tinggal didihkan air
    Ulek halus cabe dan bawang merah lalu masukan ke air yang bergolak
    Cemplungkan daun salam dan lengkuas keprek
    Kamu akan mencium aromanya

    Membuat emping pun tidak sulit
    Kamu tinggal lepaskan kulitnya lalu tumbuk
    Taburi sedikit bumbu dan jemurlah
    Ketika di goreng dan tambahan kecap
    Itu akan jadi penganan renyah dan gurih

    Bumbu kulit melinjo tumis teri juga mudah
    Iris bawang merah dan bawang putih serta cabe
    Tumis dan masukan teri beserta kulit melinjo
    Beri air sedikit dan biarkan masak
    Tambahkan geruntulan rawit

    Pohon Melinjo yang banyak manfaat
    Pernahkah Kamu lihat pohon ini sayangku
    Di kota-kota besar nyaris tak ada
    Pun Jarang di daerah kita tinggal
    Setiap jengkal lahan sudah jadi lahan petakan

    Membahas soal bulan Juni Juli, liburan dan pendaftaran masuk sekolah? Tadinya saya ingin menuliskan tentang hal- hal indah? Tapi kenapa akhirnya malah berujung ke menu makanan sayur asem? Bahkan puisi? Entahlah? Tapi yang pasti… apapun yang kita kerjakan? Niatkanlah dengan rasa cinta.

    Dan tak terasa bulan Agustus 2025 telah tiba, Bulan kemerdekaan kita.

    DIRGAHAYU ke 80, INDONESIA tercinta

    Penulis:
    Cikeu Bidadewi
    Novelis, Cerpenis, Penulis Sosialita, dan Pegiat Komunitas  Dapoer Sastra Tjisaoek, Tinggal di Tangerang Selatan, Banten, Indonesia

    80 tahun Indonesia Merdeka Agustusan Hari Kemerdekaan 2025
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleLaut Tolong Telan Aku
    Next Article Puisi-Puisi Roket yang Unik

    Postingan Terkait

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 2026

    Ketika Bahasa Tegal Hampir Padam, Sastra Tegalan Menyalakan Api

    2 Desember 2025

    Tiga Giat Keren Penyair Sampai dengan Triwulan ke Tiga – 2025

    11 Oktober 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 20268 Views

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202688 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202541 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202545 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (143)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.