Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Peti Tua
    Puisi

    Peti Tua

    2 Agustus 2021Updated:2 Agustus 2021Tidak ada komentar2 Mins Read82 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Puisi dan peristiwa senantiasa beriringan. Sebab, setiap kata-kata yang tercipta dari seorang penyair terkadang lahir dari kegelisahan atau peristiwa di sekitarnya. Jadilah, semacam refleksi batin, pengembaraan dari peristiwa ke peristiwa lainnya, menjadikan puisi hidup pada imaji pembaca. (redaksi).

    Diam-Diam

    maka diam-diam yang bernyawa itu
    kembali bangkit
    di tengah gelap dan bising
    bertemu orang baru
    di meja berbau alkohol
    melayani biduan
    menjebak pelayan
    sangkaan teman adalah yang utama
    namun kita senyum-senyum saja
    menyadari mata di sekeliling tembok
    diam-diam
    aku kembali menemani mulut yang telanjang
    berlanjut hingga aku berani mengatakan bosan

    malam ini dia tidak masuk
    sedang menghadap yang kudus
    berdoa agar kematiannya cepat datang
    sebelum dosa yang indah ini melumutinya
    bisikan angin datang, menyentuh dada
    akan seperti inikah kisah kita
    dalam diari Tuhan
    diam-diam
    kita pun menyadari tuhan

    (Surabaya,  Desember 2019)

    Peti Tua

    tanpa komando
    peti tua itu akan memanggil
    memutus senyum dan tangis
    menyambut hidup baru
    ke liang yang tak begitu
    tunggulah pertanyaan-pertanyaan
    seberapa banyak korupsimu
    sehebat itulkah amalmu?

    tak ada lagi kini perintah
    kebiasaanku membunyikan klakson di depan gubukmu
    tersangkut di pohon matoa
    jatuh bersama air mata
    ke peti tua yang telah terbuka
    tanganmu tetap membawa oleh-oleh
    doa dari tuhan
    gelap menjunjungmu
    ke lapisan langit tertinggi

    bagaimana kabarmu
    setelah bertemu kerabat lama
    yang telah lama mati

    (Bau-Bau,  September 2020)

    Sangkar Burung

    dalam kamar
    kau bangun sangkar
    pergi seperti pekerja kantoran
    pulang sore membawa oleh-oleh
    juga anak-anak
    sebelumnya kau lingkari dinding kamar
    tanpa sadar ada kamera menjaga
    kau berkeliling lagi hingga lelah
    aku menunggu penghuni sangkar
    burung walet yang beranak pinak
    rupanya kau ingat jalan pulang
    sangkar yang bertahun-tahun
    kotoran yang menjelma abu
    tiba-tiba bersabda menyebut asma tuhan
    kita telah sama-sama
    berada dalam satu sangkar

    (Surabaya,  Oktober 2020)

    Joe Hasan, lahir di Ambon pada 22 Februari. Tulisannya pernah dimuat di media cetak dan online. Seperti Minggu Pagi, Kedaulatan Rakyat, Biem.co, Magrib.id, Lampung Post, Rakyat Sultra, Merapi, Fajar Makassar, Bangka Pos, dll.

    penyair indonesia Puisi puisi indonesia
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleLomba Pemilihan Komunitas untuk Perayaan Hari Puisi Indonesia 2021
    Next Article Perempuan dan Lelaki

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Healing Murah Meriah di Pantai Kejawanan: Wajah Baru, Vibes Makin Seru!

    24 April 202611 Views

    Wisata Waterpark Tiga Bintang Firdaus Indramayu

    24 April 20266 Views

    Wisata Modern Pantai Kesambi

    24 April 20267 Views

    Pesona Kolam Renang Cikomboy

    24 April 202611 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (160)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.