Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Berita Terkini » Seminar Nasional Hari Puisi Indonesia 2019
    Berita Terkini

    Seminar Nasional Hari Puisi Indonesia 2019

    19 Oktober 2019Updated:12 November 2019Tidak ada komentar3 Mins Read32 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Hari Puisi Indonesia
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Seminar Nasional : Puisi di Antara Tradisi dan Inovasi

    Perayaan Puncak Hari Puisi Indonesia pada tahun ini diselenggarakan tiga hari berturut-turut oleh Yayasan Hari Puisi Indonesia, dimulai pada 18 Oktober 2019 di PDS HB Jassin dengan mengadakan Seminar Nasional bertema Puisi di Antara Tradisi dan Inovasi. Tampak hadir sejumlah sastrawan Indonesia, Penyair, Penulis, Mahasiswa, Pelajar dan Umum mengikuti acara tersebut. Sementara untuk pembicara Yayasan Hari Puisi Indonesia mengundang Maman S Mahayana, Abdul Hadi WM, Sutardji Calzoum Bachri, Bastian Zulyeno, Riri Satria dan Sofyan RH Zaid selaku moderator.

    [iklan]

    Dalam pemaparannya, Riri Satria yang juga Ketua Dewan Pengawas Yayasan Dapur Sastra Jakarta memaparkan bagaimana era disrupsi juga menghampiri puisi. Era disrupsi menciptakan perubahan seketika, dan mengacaukan sistem yang ada.

    “Saat ini ada sebuah teknologi yang tengah dikembangkan Google. Berbasis kecerdasan buatan, Google membuat mesin pencipta puisi, ” kata Satria.

    Para peserta diskusi terdiam, terhenyak. Riri pun berusaha menenangkan. “Puisi ciptaan mesin tentu akan berbeda dengan ciptaan manusia. Puisi yang dibuat dengan mesin ini tidak memiliki jiwa, bagian rasa yang identik dalam sebuah puisi tentu berbeda. Semua yang dihasilkan dalam mesin hanya sebuah proses mekanistik tidak ada proses jiwa,” ucapnya.

    Penjelasan Riri itu berhasil menenangkan para pengunjung yang tadinya terlihat khawatir. Meski begitu, Riri juga mengingatkan disrupsi yang melanda dunia sastra perlu diantisipasi.

    Sebab akan ada beberapa tantangan di masa depan, mulai dari semakin terpolanya sebuah kreativitas hingga akan munculnya puisi dengan gaya baru berupa visual maupun hypertext. “Kita harus jeli menilai puisi apakah ini ciptaan manusia atau mesin? Akan semakin terpola sebuah kreativitas bergeser menjadi mesin, serta bagaimana menyikapi puisi dengan gaya baru seperti visual maupun hypertext. “

    Hari Puisi Indonesia 2019

    Kritikus Sastra Maman S Mahayana yang juga Ketua Umum Yayasan Hari Puisi menambahkan, puisi Indonesia yang khas dengan sejarah merupakan salah satu identitas yang tak bisa terpisahkan dalam puisi indonesia. Ia pun menganggap disrupsi dalam puisi tidak perlu dikhawatirkan. “Kesadaran sejarah dalam sebuah puisi menjadi sebuah kekayaan bangsa Indonesia, menjadikan puisi Indonesia berbeda, ” sebutnya.

    Kegiatan Puncak Perayaan HPI 2019 akan berlangsung mulai 18-20 Oktober 2019 di TIM. Beragam acara akan digelar di sana. Maman mengatakan, pera-yaan HPI 2019 bertema, “Puisi, digniti, dan intelektualisme.” Maman ingin menegaskan pada generasi saat ini bahwa puisi memiliki marwah.

    Ketika Indonesia masih bernama Nusantara, sambungnya, puisi merupakan karya seni bermarwah yang menempatkan penyairnya sebagai sosok intelektual. Pun ketika kesultanan Islam di abad ke-12 hingga 17, para pujangga menulis syair sebagai gengsi dan reputasi sultan/raja.

    Acara tersebut juga diselingi dengan pembacaan puisi tamu undangan dan peserta yang hadiri yang diarahkan oleh pembawa acara Arif Hasibuan. (NS)

    Hari Puisi Indonesia 2019

    hari puisi hari puisi dunia hari puisi indonesia 2019 perayaan puncak hpi 2019
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleDongeng Cinderalas
    Next Article Aku

    Postingan Terkait

    Pas Lebaran 2026, Reuni SDN Jajag Lor Kali, Juga Oke…

    18 April 2026

    Puisi dan Cerpen Terpilih mbludus.com Tahun 2026

    29 Maret 2026

    Puisintaksis dan Manusia Algoritma: Ketika Peluncuran Buku Menjadi Peristiwa Ontologis

    21 Februari 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menolak Pudar: Jejak Keindahan “Situ Lengkong Panjalu” Yang Tak Lekang Oleh Waktu

    18 April 20269 Views

    Pas Lebaran 2026, Reuni SDN Jajag Lor Kali, Juga Oke…

    18 April 202661 Views

    Harga Sebuah Kicauan: Sebuah Narasi Narsisme Antroposentris

    18 April 202631 Views

    Muara Jambu Ciater Tempat Wisata dan Camping

    13 April 202613 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (155)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.