Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Buku » Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah
    Buku

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read19 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Oleh Fahrus Refendi

    Melalui pembacaan atas Rumah Ilalang & Sekong, saya berpikir bahwa, dunia LGBT sangat distingtif untuk dibicarakan, dan Stebby sangat lihai dalam membungkus dan merajut menjadi sebuah cerita yang the other. Sekong berkisah tentang tiga sosok laki-laki: seorang penyiar radio kabupaten, seorang pemimpin tour guide, dan seorang petugas penyuluh KB yang kesemuanya terperangkap ke dalam situasi tatanan masyarakat kaum homoseksual.

    Sesuatu, apapun itu, yang tidak mengakar kuat maka tidak akan bisa bertahan lama. Tampaknya hal tersebut yang terjadi pada Surti saat menelepon Penyiar Radio bahwasanya suaminya melalakukan tindakan serong. Perempuan memang kerap mendapat perlakuan yang kerap tidak adil, hal ini sejalan dengan apa yang telah diungkapkan oleh Kim Al-Gozali, perempuan masih saja menjadi korban atas tubuhnya sendiri.

    Jelas, perselingkuhan tidak datang dengan sendirinya, mesti ada hukum kausalitas yang berperan di dalamnya. Pertengkaran demi pertengkaran disebabkan karena ketidakpuasan hubungan, ditambah lagi minimnya komunikasi semakin membuat suatu hubungan semakin renggang. Apalagi ditambah dengan hadirnya orang ketiga dalam suatu hubungan rumah tangga, akhirnya ucapan talak pun tak dapat terhindarkan. Cinta itu sudah tidak pernah lurus. Ia berbelok, senantiasa berlari menyongsong hati yang baru.

    Chaos dalam rumah tangga Surti rupanya sudah diskenariokan oleh suaminya, Rahim. Mereka menikah saat masih muda, saat mereka berdua dimabuk cinta, sayangnya cinta yang mereka bangun lekas ambruk. Usia muda memang fluktuatif. Rahim jatuh hati pada seorang tour leader yang dijumpainya saat perjalanan ke Bali. Memang benar apa yang diungkapkan Gibran, “Jika cinta datang kepadamu, tunduk dan menyerahlah!”

    Jalinan cinta dan kasih juga tersemat pada sebuah kisah yang datangnya dari mitologi Yunani, dikisahkan juga bahwa Zeus sampai menjelma sebagai elang dan menyambar Ganymade. Ganymade adalah seorang pangeran muda Troya yang tampan. Ia memiliki rambut berwarna emas. Ketampanannya dikisahkan membuat negeri Para Dewa gempar, mereka terpesona dan tidak bisa berhenti membicarakannya. Saking cakepnya, Zeus sebagai pemimpin tertinggi dewa, pun terpesona dan ingin memilikinya. Ia akhirnya membawa Si Ganymade ini ke kayangan, untuk tinggal di antara para dewa.

    Stebby juga memaparkan pra anggapan penyebab cowok yang seharusnya normal, bisa menjadi gay: pertama, disebabkan karena kelainan mental, trauma masa kecil, pergaulan, kelainan genetik, terlalu sering diporotin cewek, dan yang terakhir karena sering fitnes, ditambah karena sexual abuse ketika masih belia.

    Akhirnya, dalam Sekong, Stebby kembali mengembala pembacanya pada situasi pergumulan antara identitas gender dan religiuitas serta nilai-nilai tradisional yang mendarah daging, ia mempertemukan kita dengan sekumpulan pria yang terkungkung dalam situasi sosial mirip masyarakat Sodom dan Gomora.

     

    Fahrus Refendi merupakan alumnus Universitas Madura prodi Bahasa & Sastra Indonesia. Bergiat di Sivitas Kothѐka, LESBUMI dan menjadi salah satu tenaga pengajar di SDI Mabdaul Falah Sumenep Madura.

    Buku LGBT Buku Sekong cerita cinta
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleRumah Balian
    Next Article Ketika Bahasa Tegal Hampir Padam, Sastra Tegalan Menyalakan Api

    Postingan Terkait

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 2026

    Mengajak Ke Galaksi Imajinasi

    26 November 2025

    Berbagi Rasa Proses Kreatif Menulis Buku

    18 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Keliling Dunia Hanya di Majalengka

    4 April 202611 Views

    Puisi dan Cerpen Terpilih mbludus.com Tahun 2026

    29 Maret 202685 Views

    Puisintaksis dan Manusia Algoritma: Ketika Peluncuran Buku Menjadi Peristiwa Ontologis

    21 Februari 202690 Views

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 202615 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (208)
    • Bisnis (7)
    • Buku (84)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (144)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.