Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Buku » Sajak yang Lebur ke Dalam Novel
    Buku

    Sajak yang Lebur ke Dalam Novel

    12 Maret 2020Updated:12 Maret 2020Tidak ada komentar4 Mins Read92 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    joko pinurbo
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Sajak yang Lebur ke dalam Novel

    Judul Buku: Srimenanti
    Penulis: Joko Pinurbo
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Tahun Terbit: Cetakan pertama, April 2019
    Jumlah Halaman: 144 halaman

    ISBN: 978-602-06-2908-7

    Srimenanti ialah novel perdana Joko Pinurbo. Jokpin—sapaan akrab Joko Pinurbo—lebih dikenal sebagai penyair ketimbang prosais. Kepenyairannya mulai tenar di jagat sastra Indonesia setelah ia menerbitkan kumpulan puisi Celana (Indonesia Tera, 1999). Ia juga menulis cerpen yang beberapa kali dimuat oleh media massa. Sebenarnya, novel Srimenanti merupakan gabungan dari beberapa cerpen Jokpin yang pernah tayang di beberapa media massa, tetapi ada polesan baru dalam bagian-bagian tertentu. Hal ini diungkapkannya dalam sesi bincang-bincang ringan bersama Hasan Aspahani yang diunggah di kanal Youtube Juru Baca.

    [iklan]

    Tokoh utama dalam novel ini ialah Srimenanti—nama yang sekaligus menjadi judul buku Joko Pinurbo—dan tokoh saya, seorang penyair. Di awal kisah, Srimenanti yang merupakan seorang perempuan muda yang pandai melukis berjumpa dengan tokoh saya. Pada awal kisah ini, Joko Pinurbo menampilkan dua potongan sajak Sapardi yang berjudul “Pada Suatu Pagi Hari” dan “Gadis Kecil” pada halaman 2 dan 3. Mari kita lihat salah satu cuplikan sajak Sapardi yang ditulis oleh Jokpin dalam bukunya, sebagai berikut:

    Nah, saya berhenti lama di sajak Sapardi Djoko Damono “Pada Suatu Pagi Hari”—sajak yang selalu saya kangeni, padahal sajak tersebut hanya mengungkapkan sebuah ingin.

    Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis
    sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin
    pagi itu turun hujan rintik-rintik dan lorong sepi agar
    ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis
    dan tak ada orang bertanya kenapa.

    ….

    Dalam jalan kisahnya, Srimenanti dan tokoh saya dilukiskan dengan cara yang berbeda oleh penulis. Walaupun demikian, mereka tetap disatukan dalam tujuan yang sama: merawat harapan dengan bertahan mencintai hidup.

    Selanjutnya, salah satu tokoh yang menarik perhatian adalah sosok laki-laki tanpa celana alias eltece (saya rasa itu singkatan abjad LTC). Tokoh ini dilukiskan dengan darah pada ujung  kelaminnya. Eltece merupakan tokoh gaib yang beberapa kali muncul, tokoh ini muncul pertama kali di halaman 5 pada buku Srimenanti, tepatnya pada cuplikan berikut:

    Pada suatu dinihari, saat terhuyung-huyung ke kamar mandi untuk buang sakit, saya dicegat sesosok laki-laki tanpa celana alias eltece dengan darah mengental di ujung kelaminnya. Saya segera membungkun dan mengucapkan yang fana adalah waktu, kita abadi. Saya pandang wajahnya yang memelas. Ia menatap saya dengan heran. Setelah mengucapkan terima kasih, Nona, ia pun hilang.

    Fragmen yang menarik dalam novel ini juga terjadi ketika tokoh yang bernama Marbangun bersama dengan para pemuda menuduh tokoh saya telah menebarkan ajaran sesat, sebab pada larik sajak yang dituliskan oleh tokoh saya berisi sebagai berikut: Rayakanlah setiap rejeki dengan ngopi agar bahagia hidupmu nanti (hal.79). Sebenarnya, potongan sajak itu dimaksudkan oleh tokoh saya sebagai lelucon ringan sekaligus kritik yang melukiskan betapa dunia sekarang ini sulit membuat orang tertawa, bahkan lebih sering menekan dan membuat pikiran ruwet. Hal ini tentu bukan upaya untuk menebarkan ajaran baru atau ajaran sesat.

    Selain itu, dalam novel ini ada beberapa tokoh dalam yang memang benar-benar ada dalam kehidupan kita antara lain: Beni Satryo, Seno Gumira Ajidarma, dan Faisal Oddang. Jokpin mencoba mengangkat ide-ide dari tokoh di atas, sembari mengenalkan karya mereka kepada pembaca melalui beberapa fragmen. Mungkin, inilah perwujudan dari kalimat sambil menyelam minum air yang sesungguhnya dari Joko Pinurbo.

    Secara umum, buku Srimenanti banyak diracik dengan beberapa potongan sajak dari Sapardi dan Jokpin itu sendiri. Dalam buku ini, sajak nampak sangat diagungkan dan hidup. Tak berlebihan jika kita menyebut bahwa sajaklah yang menjadi ruh dalam cerita di novel ini.

    Kekurangan dari novel ini muncul dari segi penyajian cerita, sebab situasi dan konflik tidak dikisahkan dengan gamblan, sehingga memaksa pembaca agar teliti dalam menyambung hubungan antar fragmen. Meskipun begitu, Srimenanti tetap menjadi novel dengan daya pikat yang luar biasa dan keindahan sajak yang hadir dan lebur di dalamnya.

    Anugrah Gio Pratama lahir di Lamongan, 22 Juni 1999. Sedang menempuh pendidikan di Universitas Lambung Mangkurat. Menyukai puisi dan kucing.

    Buku Sastra buku sastra indonesia cerita sastra novel sastra
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleOtak Kiri dan Otak Kanan
    Next Article Jahe Merah dan Sistem Imun Tubuh

    Postingan Terkait

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 2025

    Mengajak Ke Galaksi Imajinasi

    26 November 2025

    Berbagi Rasa Proses Kreatif Menulis Buku

    18 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202686 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202540 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202543 Views

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 202528 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.