Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Perjalanan Rindu
    Puisi

    Perjalanan Rindu

    27 Oktober 2019Updated:11 November 2019Tidak ada komentar4 Mins Read106 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Puisi Modern
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Puisi seperti candu bagi mereka yang dilanda kegundahan hati. Ya, puisi terkadang menjadi representasi kegelisahan dari si penulisnya yang dapat mewakili perasaan-perasaan jutaan orang. Kalimat yang padat dengan gaya bahasa atau metafora membuat puisi memiliki tafsir yang cukup menarik untuk digali lebih dalam. Itulah sebabnya, puisi seperti makhluk gaib; menjalar ke setiap pikiran orang-orang yang membacanya, bahkan si penyairnya itu sendiri. Puisi-Puisi Ruhan Wahyudi, seorang penyair muda ini telah membuktikannya. Selamat Membaca! (Redaksi)

    [iklan]

    Puisi-puisi Ruhan Wahyudi
    Sebelum tidur
     
    1/
    Sebelum tidur kutulis namamu
    Di kamar mimpi paling abadi
    Tempat mencatat rindu mengaliri waktu

    Sembari menikmati secangkir kopi
    Menenun rasa di antara pekat bibirmu
    Dengan sebatang rokok mengepul kenangan

    2/
    Di atas pembaringanmu, sepucuk wangi
    Kukecupkan di sudut kamar mimpi
    Dengan adukan rasa dan doa paling sunyi

    Sementara sepi terus membungkam imaji
    Melenyapkan resah pada sebuah ironi
    Agar aku bisa tidur di pelukan tubuhmu

    3/
    Sebelum tidur kulantunkan sajakku
    Di atas bebatuan rindu
    Yang selalu menjadi tempatku mengadu

    Mengadu tentang diriku yang bisu
    Di tempat sunyi, tempat temaram
    Aku yang selalu melafalkan namamu

    Gapura, 2019
     

    Perjalanan Rindu

    1/
    Kemanakah aku harus mengadu
    Menciptakan jalan menuju rindu
    Jalan yang buntu di persimpangan waktu

    2/
    Atau kah aku harus meniti kenangan
    Di antara sembab luka yang tersirat
    Pada sebatang puisi paling hakiki

    3/
    Barangkali perjalanan itu benar-benar buntu
    Dalam penantian menapaki jejak rindu
    Lalu berliku menuju gubuk gerhanamu

    4/
    Kemanakah aku harus mengadu
    Ke matamu ataukah pada hatimu
    Yang selalu menyusun menara di jantungku

    Gapura, 2019
     

    Membaca Setumpuk Surat
     
    1/
    Di ruang penantian sunyi
    Tumpukan surat tersaji di meja ilusi
    2 lembar berserakan ke puncak mimpi

    Seperti kau mengepakkan sayapnya
    Di antara nyanyian tembang rindu bersemai
    Menuntaskan isyarat cinta di hatimu

    2/
    Seperti ombak menghempas jauh ke hilir
    Sebagaimana surat itu menuntaskan pelayarannya
    Singgah di tepian jantungku yang rapuh

    Aku pun terus menghayati makna surat itu
    Di atas pengharapan yang begitu muara
    Agar aku bisa leluasa menenun sepucuk asmara

    Gapura, 2019
     

    Waktu Kenangan
     
    1/
    Sudah kuukur waktu kenangan
    Menjalari puncak mimpi
    Di atas pintasan cahaya nurani

    Dan 3 jarum rindu masih setia
    Menemani resah-bahagia
    Dalam kehidupan yang tertata

    2/
    Baru kali ini cahaya lebih surga
    Dari rindu yang mengerutu
    Saat memandang malam di pintu zaman

    Lalu aku menghitung namamu
    Membacakan mantra di setiap sudutnya
    Pada angka satu aku asah, kemudian bisu

    Gapura, 2019
    Melupakan Bunga di Matamu
     
    1/
    Aku harus bagaimana lagi
    Cara melupakan bunga belati
    Di matamu yang menusuk jantungku

    Atau aku harus menyeka lebih dulu
    Sekuncup rindu di alun hati
    Demi sebait tenang dalam diri

    2/
    Lalu kukecupkan angin penghabisan
    Di pusaran asmara yang tertinggal
    Tinggal penantian dalam kenang

    Sementara bunga itu masih membekas
    Dalam bayang berkelindan andang
    Di matamu yang sunyi mengutuk hati

    3/
    Aku harus bagaimana lagi
    Cara melupakan bunga belati
    Di matamu yang rekah merangkum sunyi

    Ataukah aku harus menuntaskan
    Segala rindu di pundak waktu
    Yang selalu mesra di mataku

    Gapura, 2019

    sastra indonesia

    Ruhan Wahyudi. Lahir di Gapura Tengah Gapura Sumenep Madura pada 06 Mei Aktif di Kelas Puisi Bekasi dan Komunitas ASAP Merupakan alumnus MA. Nasy’atul Muta’allimin Gapura Timur Gapura Sumenep dan MTs. Al-Huda Gapura Timur, memulai berproses menulis Puisi di bangku MA Nasy’atul Muta’allimin, dan puisinya pernah mendapat juara 3 di tingkat nasional, juga sebagai 11 nominasi pemenang lomba cipta puisi 2019 Yayasan Hari Puisi Nasional Disparbud DKI Jakarta, Puisinya juga termaktub dalam antologi bersama, Banjarbaru Festival Literary(2019), Festival sastra internasional Gunung Bintan (Segara Sakti Rantau Bertuah) (2019), Sua Raya (Malam Puisi Ponorogo; 2019), Dongeng Nusantara Dalam Puisi (2019) Menenun Rinai Hujan(Sebuku.Net)dan lainnya, Puisinya juga tersebar di berbagai media cetak dan online antara lain Radar Banyuwangi, Radar Cirebon, Radar Madura, ,Radar Pagi, Tembi id. Magelang Ekspres. Tribun Bali, dan lainnya ,Facebook Ruhan Wahyudi.

    puisi indonesia sastra indonesia sastra puisi
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleMas Karyo Menggigit Jari
    Next Article Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 20269 Views

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202688 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202541 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202545 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (143)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.