Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Buku » Idealisme, Sastra, dan Rasa dalam Perjalanan Cinta Penyair Kampus
    Buku

    Idealisme, Sastra, dan Rasa dalam Perjalanan Cinta Penyair Kampus

    7 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read0 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Oleh Viefa

    Judul Buku             : Cinta Penyair Kampus
    ISBN                       : 978-623-6650-68-4
    Nama Pengarang   : Wardjito Soeharso
    Penerbit                 : Rua Aksara, Bantul-Yogyakarta
    Tahun Terbit           : 2026
    Tebal Buku             : 320 Halman

    Sinopsis:
    Novel Cinta Penyair Kampus karya Wardjoto Soeharso menghadirkan kisah yang memadukan dunia intelektual, kepekaan rasa, dan romantika kehidupan mahasiswa fakutas sastra di daerah Pulau Jawa. Melalui tokoh utamanya Ito, pembaca diajak menyelami perjalanan seorang mahasiswa yang menekuni dunia kepenyairan sebagai bentuk idealisme menanggapi berbagai dinamika kehidupan sosial di sekitarnya.

    Penulis tidak hanya bergulat dengan kata-kata. Ada nilai-nilai yang ingin disampaikan melalui karakter tokoh utama terutama dalam memantaskan diri di hadapan Tuhannya. Hal ini terungkap di halaman 94, dimana secara eksplisit penulis memberikan pesan melalui tokoh Ito, bahwa salat menjadi ritual wajib yang harus dilaksanakan. Sesuai petuah guru ngaji masa kecilnya, bahwa salat itu kewajiban mutlak seorang muslim karena untuk menjaga kesadaran diri.

    Realitas kehidupan anak-anak kampus, keceriaan, keterbukaan, dan sedikit kenakalan menjadikan novel ini kaya imajinasi, terutama penggambaran tokoh-tokonya sebagai manusia yang berada dalam fase perkembangan intelektual.

    Cerita ini berpusat pada kehidupan sosok Ito, Sang tokoh utama yang digambarkan sebagai sosok kritis, kreatif dan easy going. Situasi ini menjadikan tokoh Ito sebagai sosok yang memiliki banyak teman dari berbagai kalangan dan pengagum (Wanita). Sang tokoh menjadikan dunia sastra sebagai ladang improvisasi memuntahkan ide, memotret sederet persoalan absurd yang ia rasakan. Melalui kominatas Emper Kampus yang dibuat bersama teman-temannya, Ito mencoba membedah situasi sosial menjadi ajang pertarungan intelektual gaya anak-anak emper kampus dalam diskusi panjang yang kerap tanpa beban, sering digelar di waktu malam.

    Seperti puisi yang dibacakan sosok Ito pada “Malam Gairah Bulan Purnama” berikut ini:

    Untuk Apa Menulis Puisi?
    Tanyamu
    Kata-kata lugas tak mampu membuka mata
    Bagaimana metafora menembus kepala?
    Untuk apa menulis puisi?
    Jawabku
    Karena aku mencintaimu!

    Kesan sableng menjadi ciri khas tokoh Ito. Bukan hanya kecerdasan linguistik yang dimainkan. Kecerdasan emosi menjadi bagian tak terpisah dari dirinya. Petualangan cintanya menjadi sequel penting perjalanan Ito dalam menentukan cinta hakikinya. Cinta yang tidak didapatkan dari gadis-gadis yang pernah dijelajah hatinya. Sosok Enha, seorang perempuan bergaya ceplas-ceplos apa adanya, rupanya memiliki nilai lebih di mata Ito dan menjadi tambatan terakhir perjalanan cintanya. Dengan keterbatasan alat komunikasi dan transportasi, menjadi bukti bahwa jodoh tidak akan kemana. Perjalanan cinta penyair kampus pun pada akhirnya berhenti terminal hati seorang gadis Sunda bernama Enha,

    Dengan gaya tutur logis dan mudah dipahami, novel ini terkesan ringan dalam menghadirkan situasi kehidupan era delapan puluhan. Sebagai medium ekspresi, penulis mencoba memberikan gambaran bahwa cinta bukan sekadar ungkapan rasa saling suka, tetapi bagaimana cara mendapatkan dan memperlakukan cinta itu sendiri.

    Kekuatan utama novel ini terletak pada gaya bahasa yang ringan dan mengalir. Penulis mampu merakit alur dengan struktur yang teratur. Ditambah dengan nilai-nilai makna yang ingin disampaikan tanpa terkesan menggurui. Secara perlahan pembaca digiring ke nuansa batin Sang tokoh untuk ikut merasakan gejolak emosi, di setiap jengkal pemikirannya. Sastra menjembatani logika dan rasa. Ditunjang kepiawaiannya dalam berbahasa Inggris dan luasnya pengetahuan dari kegilaanya melahap berbagai buku karya sastra, membawanya mudah mengembangkan kariernya selepas lulus dari bangku perkuliahan.

    Namun demikian, alur yang disajikan terkesan landai, bahkan ada bagian yang diulang. Hal ini memunculkan image pembaca, cerita mudah ditebak endingnya. Konflik yang dibangun belum dramatis padahal ada bagian penting cerita yang menukik perlu penajaman. Dialog yang dikembangkan di bab tertentu, membawa pembaca ingin loncat ke bab berikutnya. Meski begitu, alur perlahan ini memberi nuansa romantik gaya remaja, bahkan sosok Ito sendiri justru mencuri perhatian. Penggambaran sosok utama cerita ini, dibangun citranya begitu kuat.

    Secara keseluruhan, Cinta Penyair Kampus adalah novel yang cocok bagi pecinta sastra dan pembaca yang menyukai kisah cinta yang tidak sekadar romantis, tetapi juga sarat makna dan perenungan. Novel ini mengajarkan bahwa cinta bukan hanya tentang perasaan, melainkan juga tentang perjuangan menjaga idealisme di tengah realitas kehidupan.

    Kesimpulan:
    Novel ini menawarkan pengalaman membaca yang hangat dan reflektif, menjadikannya layak dibaca oleh siapa saja yang ingin menikmati perpaduan antara cinta, sastra, dan pencarian jati diri dalam kehidupan kampus.

    Lebih dari sekadar romansa, novel ini adalah potret perjalanan batin. Ia tidak terburu-buru membawa pembaca pada klimaks, melainkan mengajak menikmati proses: bagaimana rasa tumbuh, bagaimana luka terbentuk. “Cinta Penyair Kampus” bukan sekadar penjajagan cinta seorang pemuda di masa remaja. Ia adalah refleksi sekligus kontemplasi untuk menjadi manusia yang bergulat memperjuangkan idealisme, kemauan, dan kemampuan dengan segala keterbatasan kondisi, juga tentang harkat mencinta dan dicinta oleh siapa saja yang memperjuangkan cinta.

    Viefa memiliki nama asli Nur Khofifah berasal dari Banyuwangi Jawa Timur. Seorang pendidik dan penggerak literasi di Kementerian Agama Banyuwangi. Terlibat dalam kepengurusan berbagai komunitas sastra, di antaranya Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI), Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Banyuwangi, dan Lentera Sastra Kemenag Banyuwangi.

    Novel Populer Perjalanan Cinta Penyair Kampus Wardjito Soeharso
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleLembah Cilengkrang, Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

    Postingan Terkait

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 2026

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 2025

    Mengajak Ke Galaksi Imajinasi

    26 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Idealisme, Sastra, dan Rasa dalam Perjalanan Cinta Penyair Kampus

    7 April 20260 Views

    Lembah Cilengkrang, Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

    7 April 20263 Views

    Kolam di Tengah Sawah, Cerita Sejuk dari Desa Kaduela Kuningan

    6 April 202612 Views

    Keliling Dunia Hanya di Majalengka

    4 April 202657 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (208)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (146)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.