Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Buku » Novel ‘Duduk Dulu’ karya Syahid Muhammad
    Buku

    Novel ‘Duduk Dulu’ karya Syahid Muhammad

    5 November 2022Tidak ada komentar4 Mins Read16 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Novel Duduk Dulu
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Rehat Demi Ketenangan Diri Sendiri

    Karya sastra terdiri dari berbagai bentuk, seperti cerita rakyat, cerita pendek, drama, dan novel. Novel merupakan karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya yang menonjolkan watak dan sifat pelaku. Novel menjadi salah satu karya yang banyak disukai untuk dibaca mulai dari remaja hingga orang dewasa, tetapi belum banyak yang mengetahui bagaimana sejarah novel dan perkembangannya. Pemilihan bahasa dalam sebuah novel juga penting karena dapat memudahkan pembaca dalam memahami apa isi cerita dari novel yang dibaca.

    Dahulu novel pertama kali berkembang tahun 1885 dari novel Melayu China dengan novel Melayu pertama yang ditulis adalah karya Lie Kim Hok. Novel Melayu China terus berkembang hingga mencapai puncak ketenaran pada tahun 1925 dengan adanya seri bulanan untuk tulisan roman. Di Indonesia untuk seri roman bulanan sangat populer di Sumatera khususnya kota Medan. Salah satu judul novel yang sangat terkenal di sana adalah novel bergenre detektif karya Jusuf Souyb yaitu Serial Elang Emas dan Matu Mona yaitu Pacar Merah. Cerita-cerita detektif seperti ini akhirnya banyak disukai sejak tahun 1950-an sampai di tahun 1960-an.

    Dalam penulisan sebuah novel nilai estetika akan tetap terjaga dan diperhatikan, meskipun seorang penulis dibebaskan dalam memilih kata-kata bahkan seorang penulis juga dikenal dengan gaya penulisannya masing-masing. Berikut kutipan novel “Duduk Dulu” karya Syahid Muhammad.

    Duduk Dulu

    “Kemarahan yang ada di kesunyian, rasa sakit tertinggal dan ditinggalkan, segala kehancuran yang memporak-porandakan caramu melihat diri sendiri dan dunia, obati dengan dada yang berlapang.

    Biarkan semua itu mencairkan kelakuan caramu melihat, merasa, menerima.

    Biarkan itu membentukmu kembali, dan membentukmu terus.

    Kebahagiaan yang berumur panjang bukan karena tidak pernah alami rasa sakit,

    tapi karena mampu menerima dan mengelola rasa sakit dengan baik.” (Novel Duduk Dulu, Syahid Muhammad, 2021:92).”

    Kadang kala kita butuh waktu untuk rehat dari hiruk pikuk permasalahan yang ada, istirahat dari rumitnya kehidupan, serta memahami bahkan merenungi beberapa hal yang dirasa kurang baik, tetapi perlu kita hadapi dengan santai. Memang kita selalu dihadapkan untuk menikmati segala hal dalam hidup, baik saat sedih maupun senang, dalam keadaan enak maupun tidak enak, dan juga kita diajarkan untuk menerima segala rasa yang ada dalam hidup. Begitulah, manusia diciptakan untuk merasakan segala manis dan pahitnya kehidupan. Selalu di dalamnya mengajarkan arti kehidupan. Dipastikan di dunia ini ada beberapa orang yang tidak mengerti bagaimana untuk rehat sejenak dalam menghadapi sesuatu hal. Kita diharuskan untuk benar-benar menerima keadaan diri kita sendiri.

    Novel Syahid Muhammad berjudul “Duduk Dulu” merupakan salah satu contoh, bagaimana kita diajak untuk rehat dari berbagai permasalahan yang ada dalam jiwa manusia, seperti sedih, cemas, ekspektasi, luka, amarah hingga kesepian yang mencekam. Di sinilah kita dapat merasakan kepekaan penulis pada perasaan manusia. Di dalam buku ini berisi kumpulan paragraf singkat mengenai makna kehidupan, yang dikemas secara menarik. Buku yang cocok dibaca saat kita sedang rehat sejenak, lalu dibaca sembari duduk dan tidak terburu-buru.

    Bang Iid nama yang lebih dikenal oleh para pembaca karyanya, hal ini dilakukan agar terkesan si penulis dan pembaca mengenal lebih dekat. Dalam bukunya, Bang iid selalu menambahkan kutipan yang menarik di akhir pembahasan, sehingga menjadikan pembaca bisa memposisikan dirinya untuk menjadi teman dari buku ‘Duduk Dulu’. Buku ini tidak hanya menceritakan diri sedang butuh apa, tapi juga mengajarkan pembaca untuk mengerti bagaimana memahami jika semesta tidak hanya tentang dirimu dan juga masalahmu, melainkan ada orang lain juga.

    Buku ini ditulis oleh Bang Iid dengan bahasa yang sangat sederhana, diksi yang ringan, sehingga pesan yang disampaikan mudah dipahami dan dimengerti oleh pembaca. Kalimatnya dalam buku berisi ungkapan emosi dan kata hati penulis yang juga sering dirasakan oleh kebanyakan orang. Isi bukunya memiliki kekuatan yang dapat membius pembaca kemudian jatuh cinta dengan tulisannya.  Buku ini juga tidak membuat Bang iid menjadi orang yang paling benar, karena dalam beberapa tulisannya Bang iid juga menulis sifat buruk manusia.

    Buku ini sangat mudah untuk dinikmati dengan baik. Di masa sekarang banyak orang yang merasa kurang bahkan tidak percaya diri serta overthinking, buku ini sangat layak menjadi bahan bacaan. Karena mengajak pembaca supaya bisa berdamai dan mencintai diri sendiri. Dalam bukunya juga terdapat kata-kata yang cukup menenangkan para pembaca, hal ini diciptakan agar pembaca menjadi kuat dan mengingatkan untuk tidak lupa berterima kasih pada diri sendiri, mengatakan hebat pada diri sendiri karena sudah hidup dan berjuang sejauh ini.

    Sebagai pembaca yang mencoba mengkritik apa isi dari buku tersebut, buku ini lebih bisa dikatakan sebagai self improvement. Dan saya suka sekali dengan Bang iid sebagai penulis yang selalu mengarahkan pembaca untuk selalu kembali dan mengingat Tuhan.

    Sabrina Andin Rakhmawati, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

    Novel Falsafah Novel Populer Syahid Muhammad
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleMembangun Rasa Percaya Diri Melalui Novel Bukannya Malas, Cuma Lagi Mager aja Karya Dancing Snail      
    Next Article Puisi-Puisi Yanuar Abdillah Setiadi

    Postingan Terkait

    Idealisme, Sastra, dan Rasa dalam Perjalanan Cinta Penyair Kampus

    7 April 2026

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 2026

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Situ Bagendit: Danau Melegenda di Banyuresmi, Garut

    30 April 20263 Views

    Inspirasi Iptek Di Dalam Bismillah

    29 April 20267 Views

    Kolam Renang “Bukit Lumpang” Menjadi Destinasi Warga Lokal

    27 April 202610 Views

    Situs Ziarah KH. Abdul Hanan Babakan Ciwaringin Cirebon

    27 April 20266 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (163)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.