Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Berita Terkini » Peluncuran Buku Obituari Puisi
    Berita Terkini

    Peluncuran Buku Obituari Puisi

    6 Januari 2020Updated:7 Januari 2020Tidak ada komentar2 Mins Read56 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    buku puisi
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Penyair Nissa Rengganis meluncurkan antologi puisinya yang diberi judul Obituari Puisi, merupakan buku kedua setelah Manuskrip Sepi yang di tahun 2015 yang meraih salah satu dari sepuluh buku puisi pilihan versi YHPI (Yayasan Hari Puisi Indonesia). Acara launching dan diskusi buku Obituari Puisi digelar di Rumah Rengganis, Minggu 5 Januari 2020. Dalam diskusi tersebut, Fathan Mubarak dan Masruri sebagai pemateri, dengan dimoderatori Andri Wikono.

    [iklan]

    Dalam forum yang dihadiri berbagai komunitas lintas generasi tersebut, Fathan mengurai genealogi puisi dan penyair dalam tradisi juga sejarah filsafat barat. Tidak hanya itu, ia juga berupaya menyandingkan posisi Obituari Puisi dalam diskursus filsafat kontemporer.

    “Begitu membaca puisi-puisi Nissa, Jokpin langsung teringat satu puisi Subagio Sastrowardoyo. Dan, begitu membaca puisi Subagio, saya langsung teringat Richard Rorty,” kata Fathan dalam ulasannya.

    Buku puisi

    Menurut Fathan, Rorty menjadi menarik karena “kenekatannya” meninggalkan tradisi fondasionalistik. Siapa pun yang tidak mempercayai universalitas kebenaran, lanjutnya, akan menganggap segala pencarian pada yang hakiki sebagai kesia-siaan.

    Kebenaran niscaya terpaut pada yang unik dan spesifik. Sementara manusia sendiri senantiasa berada dalam situasi yang serba contingency. Sebab itulah, kebenaran yang bersifat plural sekaligus partikular, hanya dapat diproduksi dengan cara menghadirkan ruang privat di tengah-tengah ruang publik.

    “Dan yang paling kompeten dalam mengetengahkan personalitas tersebut bukanlah para filsuf, sejarawan atau akademisi, melainkan justru para penyair dan novelis,” kata Fathan.

    Situasi atau peluang itu, kata Fathan, agaknya tidak dikenali betul oleh para penyair. Fathan secara terbuka menyebutkan, banyak karya puisi yang ambigu. Lebih tegas lagi ia menyebut: ambiguitas kreatif. Karenanya, Antologi Obituari Puisi menjadi relevan dan nggenah.

    “Sebab pengetahuan hanya mencatat, sedang sastra menghadirkan peristiwa dan menyeret pembaca masuk ke dalamnya,” ujar Fathan.

    Sementara Masruri mengungkapkan proses kreatif para penyair: bagaimana pergumulan antarteks berlangsung, hingga sebuah puisi dimungkinkan lahir dan mengemban nasibnya sendiri. Masruri yang dosen sastra Unswagati itu juga memberikan motivasi-motivasi pada para mahasiswa agar terus belajar dan terus kreatif.

    Buku puisi

    Launching buku Obituari Puisi dihadiri oleh Komunitas Seniman Santri, Lingkar Jenar, Sentra Unswagati, Andara Rasa, Literasi Senja, Teater Roempoet, Sketbum, Pjuang Kreative, HMJ Diksatrasia FKIP UGJ, dan sejumlah musisi yang turut meramaikan acara. Beberapa di antaranya bahkan tidak hanya membacakan puisi, namun juga melantunkannya dalam komposisi lagu. Sekitar enam puluh hadirin tampak antusias dan intens larut dalam diskusi tersebut.

    Nissa Rengganis berterima kasih kepada para apresiator yang hadir pada peluncuran buku keduanya. Dia berharap, dari Antologi Obituari Puisi bisa melahirkan karya-karya berikutnya.

    “Atas nama puisi dan pertemanan yang ada, hari ini saya merasa bahagia,” ungkap Nissa. (6/01/2020)

    buku puisi diskusi sastra peluncuran buku
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleMain Cutik Karet Gelang
    Next Article Gua Sunyaragi Cirebon

    Postingan Terkait

    Pas Lebaran 2026, Reuni SDN Jajag Lor Kali, Juga Oke…

    18 April 2026

    Puisi dan Cerpen Terpilih mbludus.com Tahun 2026

    29 Maret 2026

    Puisintaksis dan Manusia Algoritma: Ketika Peluncuran Buku Menjadi Peristiwa Ontologis

    21 Februari 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Kolam Renang “Bukit Lumpang” Menjadi Destinasi Warga Lokal

    27 April 20269 Views

    Situs Ziarah KH. Abdul Hanan Babakan Ciwaringin Cirebon

    27 April 20266 Views

    Healing Murah Meriah di Pantai Kejawanan: Wajah Baru, Vibes Makin Seru!

    24 April 202612 Views

    Wisata Waterpark Tiga Bintang Firdaus Indramayu

    24 April 20267 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (162)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.