Situ Bagendit. Danau melegenda di Kecamatan Banyuresmi, Garut. Terkenal dengan legenda Nyai Endi. Menurut Bapak Herman, berusia 70-an. Sejarah Situ Bagendit diambil oleh orang Belanda. Situ Bagendit sudah ada sejak penjajahanan Belanda. Bahkan Situ Bagendit menjadi tempat persembunyian rakyat dari para penjajahan Belanda. Tidak ada yang tahu betul sejarah Situ Bagendit kala itu. Bapak dari Bapak Herman pun belum lahir saat kejadian Situ Bagendit tersebut. Mungkin zaman Sang Buyut mengalaminya.

Situ Bagendit berasal dari bahasa Sunda, ‘situ’ yang mempunyai arti ‘danau’ dan ‘bagendit’ diambil dari nama orang yaitu ‘Nyai Endit’.
Pada awalnya, Situ Bagendit bukanlah danau, tetapi leuweung (hutan). Dengan dikelilingi pohon kayu besar yang besarnya seperti kerbau.
Dulu, Situ Bagendit ada satu wisata, tapi sekarang sudah menjadi 3 wisata. Situ Bagendit 1, Situ Bagendit 2, dan Situ Bagendit 3. Karena terjadi perebutan hak milik, dan banyak yang ingin memiliki wilayah Situ Bagendit tersebut. Pemilik Situ Bagendit 1 yaitu Pemda, Situ Bagendit 2 dan 3 dipegang oleh masyarakat setempat.
Tadinya, Situ Bagendit bukanlah tempat buat wisata. Tetapi buat anak/cucu masyarakat setempat. Sebab, ramainya pengunjung yang datang jadilah wisata Situ Bagendit. Padahal, Situ Bagendit adalah tempat masyarakat setempat untuk mencari lauk pauk jika keadaan ekonomi menurun.
Harga tiket masuk perkiraan. Dewasa Rp 15.000 – Rp 20.000 dan Anak-anak Rp 10.000. Parkir motor Rp 5.000. Parkir mobil Rp 10.000.


Situ Bagendit terkenal dengan ciri khasnya yaitu, Pulo Kalapa dan Pulo Nusabantinu. Pulo ini tidak berpenghuni, dan menyerupai hutan. Adapun pulo yang berpenghuni dan terkenal, yaitu Pulo Si Nini. Dinamakan Pulo Si Nini, karena yang menempati di pulo itu seorang nenek-nenek dan kakek-kakek. Sang Nenek bernama Syariah, sedangkan Sang Kakek belum diketahui namanya.

Situ Bagendit masih ada sampai sekarang karena ada yang mengurus. Meskipun sudah terbagi, dan tidak ramai seperti dahulu.
Situ Bagendit menawarkan fasilitas wisata lengkap , meliputi wahana air (rakit, sepeda air, dan balon air), taman bermain anak, jogging track, gazebo, serta kios kuliner dan cinderamata. Dan juga terdapat spot foto yang tak kalah menarik, yaitu jembatan merah. Yang berada di atas danau dengan jembatan terbuat dari papan mengelilingi setengah danau yang berbentuk seperti ular melingkar. (Nirmala/30/4/26).




