Membaca Cuaca
Membaca cuaca
Menatap gerak-gerik kian menggelitik
Membawa angan di ujung dada
Siapa sangka jalan itu masih tertutup taktik
Hingga akhirnya berbelok arah arus balik
Menuju singgana untuk berlabuh
Walau kadang hati ini jenuh
Memandang lirikan mata yang tajam sekedik
Brebes, 29 Mei 2025
Melambai Udara Menatap Asa
Panas, dingin, hujan tak kasat mata
Melambai udara menatap asa
Gerak-gerik jagat raya
Suara-suara lunglai di kacamata senja
Tebarkan api ambisi ingin meraup kaya
Namun apalah daya
Haus di antara panasnya itu
Mungkin malam ini atau esok akan hujan
Derasnya air mata kepedihan menguap oh penantian
Brebes, 29 Mei 2025
Burung Terkurung Sangkar
Burung terkurung di sangkar
Berontak dalam ruang sepi
Bergelayut hingga berontak mencakar
Menatap suasana yang tak nyaman
Terjebak di antara resah gelisah
Hinggap pada pohon ranting
Tertangkap tak balik arah
Suara-suara tak lagi didengar
Termenung menatap jenuh berlinang air mata
Brebes, 29 Mei 2025
Membolak-Balikan Fakta, Semu
Ada keanehan pada dugaan misteri
Di balik realita yang kelabu
Hingga penuh teka-teki
Membolak-balikan fakta, semu
Aku melambai menyapa enggan membalas
Dalam diriku termenung
Tiada henti aku bertanya pada diri sendiri di atas teras
Meski kian membuncah terbendung
Air mata kepedihan menancap
Badai peristiwa belum hirap
Sampai kapan badai ini kutatap
Tumpah berkabut sunyi senyap
Aku ingin memakai sayap
Biar bisa terbang bebas
Melayang dengan arah tujuan
Melambai awan
Sungguh hati ini lega dan puas
Brebes, 12 Juni 2025
Muhammad Thohir/Tahir (Mas Tair) yang dikenal dengan nama pena Kang Thohir, kelahiran Brebes, Jawa Tengah. Dari dusun/desa Kupu, kecamatan Wanasari. Dari anak seorang petani dan tinggal dari kehidupan sehari-hari bertani, berkebun, menanam bawang merah, padi, kacang, pare, cabai dan sayur-sayuran di ladang sawahnya.
