Sifa Paoziah
(Mahasiswa Institut Studi Islam Fahmina)
Dalam kehidupan yang serba serbi ini, kita sering lupa untuk memberikan hak tubuh yang paling penting untuk kesehatan fisik dan mental. Padahal, tubuh yang sehat, itu awal agar kita dapat beribadah dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal. Di antara hak tubuh yang harus diperhatikan salah satunya adalah istirahat. Pastinya manusia membutuhkan waktu istirahat atau jeda sebentar untuk menghilangkan lelah. Meskipun tema ini terlihat sederhana, namun sering kali terlewatkan oleh beberapa orang, karena beralasan sibuk belajar dan pekerjaan. Jadi, fungsi tubuh dan metabolisme orang tersebut dapat terganggu karena tidak memberikan hak tubuh dengan baik. Tidur adalah suatu keadaan fisiologis alami dimana tubuh dan pikiran beristirahat, mengalami penurunan mental dan fisik, serta mengalami hilangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar namun masih dapat dibangunkan.
Islam mengajarkan kita tidak hanya fokus dalam ibadah saja, tetapi untuk memenuhi hak tubuh yang seimbang. Seperti dalam buku Menyelami Telaga Kebahagiaan ditulis oleh Hifni Septina Carolina, dari pengajian daring kelas intensif ramadan bersama Nyai Mufliha Wijayati mengulas kisah antara Salman dan Abu Darda dari sebuah hadis soheh[1] menjadi pelajaran paling berharga.
Kisah Abu Darda dan Salman
Nabi mempersaudarakan antara Salman dan Abu Darda’. Pada suatu hari Salman mengunjungi Abu Darda’ dan melihat Ummu Darda’ berpakaian lusuh, tidak berhias dan terlihat bermuka masam, maka dia bertanya kepada Ummu Darda’.
“Mengapa kamu begitu?”
“Saudaramu, Abu Darda’ tidak membutuhkan dunia,” jawab Ummu Darda’.
Kemudian datanglah Abu Darda’ dan menyuguhkan makanan untuk Salman. Salman berkata kepada Abu Darda’.
“Makanlah!”
“Sesungguhnya aku sedang berpuasa,” jawab Ummu Dadda’.
Salman berkata, “Aku tidak mau makan sehingga kamu juga makan.”
Maka Abu Darda’ pun makan.
Ketika malam datang, Abu Darda’ pergi untuk mendirikan salat. Salman berkata, “Tidurlah! Sesungguhnya Tuhanmu mempunyai hak atasmu, badanmu punya hak atasmu, dan keluargamu (istrimu) juga punya hak atasmu.” Maka berikanlah masing-masing haknya.
Tak lama setelah itu Abu Darda’ menemui Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan peristiwa itu kepadanya, maka Nabi shalallahu `alaihi wa sallam berkata kepadanya,
“Salman benar!”.” (HR. Bukhari no. 1968).
Hadits ini mengajarkan bahwa dalam beribadah kita harus tetap memperhatikan tubuh dan keluarga. Ada beberapa catatan penting yang perlu kita ketahui dari riwayat hadist tersebut.
- Kita boleh memiliki prinsip dalam beribadah, namun jangan sampai kita mengabaikan hak tubuh dan orang yang ada di sekitar kita.
- Pentingnya menghormati tamu, dengan ikut makan bersama walaupun tengah berpuasa.
Hak Tubuh dalam Islam, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمِنْ رَّحْمَتِهٖ جَعَلَ لَـكُمُ الَّيْلَ وَا لنَّهَا رَ لِتَسْكُنُوْا فِيْهِ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.”(QS. Al-Qasas 28: Ayat 73).
Dalam tafsir ibnu katsir di buku Menyelami Telaga Kebahagiaan ditulis oleh Hifni Septina Carolina menjelaskan bahwa Allah SWT, menyebutkan bahwa siang dan malam adalah karunia Allah yang sangat penting untuk kesehatan hidup manusia. Malam adalah waktu untuk beristirahat dan menenangkan, sedangkan siang untuk beraktivitas dan mencari rezeki.[2]
kenyataannya pada zaman sekarang banyak orang yang menjalani aktivitasnya secara terbalik, misalnya bekerja atau beraktivitas di malam hari dan beristirahat di siang hari. Contohnya itu kebanyakan yang bekerja shift malam, seperti tenaga kesehatan yang harus siap siaga melayani pasien sepanjang malam. Namun, pola kerja seperti itu sering mengganggu ritme biologis tubuh sehingga, dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti gangguan tidur, kelelahan, dll.
Solusi untuk mengatasi dampak kerja malam itu bisa dengan menjaga konsistensi jam tidur, usahakan tidur siang secara teratur durasi 7-9 jam, kemudian atur pola makan dan olahraga, konsumsi makanan sehat dan lakukan olahraga untuk menjaga kebugaran dan metabolisme tubuh kita.
Manfaat Tidur
Tidur tidak hanya sekadar memejamkan mata, tetapi pada saat terpejam itu menjadi proses yang paling penting untuk regenerasi sel, menenangkan pikiran dan memulihkan tenaga. Dalam kajian kitab Manba As-Saadah oleh Nyai Mufliha Wijayati dalam buku Menyelami Telaga Kebahagiaan ditulis oleh Hifni Septina Carolina, tidur diartikan sebagai semangat baru untuk menenangkan jiwa dari sibuknya kehidupan[3]. Beberapa manfaatnya yaitu:
- Memperbarui sel dan meningkatkan imunitas
Saat tidur otak menghasilkan hormon yang membantu regenerasi sel dan memperbaiki jaringan tubuh. Kulit pun menjadi lebih sehat dan segar karena produksi kolagen lebih meningkat. Menurut dokter IHC Telemed dalam website telemed.com, tidur yang cukup dan berkualitas meningkatkan produksi sikotin, yaitu protrin yang membantu melawan infeksi dan peradangan, sehingga memperkuat sistem kekebalan tubuh mempercepat pemulihan jaringan tubuh yang rusak[4].
- Meningkatkan Konsentrasi dan kesehatan otak
Kekurangan tidur biasanya dapat menurunkan kemampuan berpikir, memori dan pengambilan keputusan. Tidur yang cukup dapat memjaga otak kita tetap sehat dan tidak stres. Dokter neurologi menjelaskan bahwa tidur yang cukup sangat penting untuk fungsi otak, saat tidur otak membersihkan antara sel saraf sehingga kemampuan kognitif tetap optimal[5].
- Memberi Energi Baru
Tidur memberikan sedikit jeda bagi pikiran kita untuk menjadi waras dan tubuh untuk memproses masalah hidup agar tetap bersemangat dalam beribadah dan beraktivitas. Dokter juga menegaskan bahwa tidur yang cukup dapat membantu menyeimbangkan hormon stres seperti kortisol, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan mood. Sehingga energi fisik dan mental menjadi lebih baik[6].
Selain dari yang tiga di atas tadi tubuh kita juga tentunya berhak untuk mendapatkan asupan makanan yang bergizi dan halal serta, memenuhi kebutuhan biologis secara syar’i. Selain mengistirahatkan badan, hati dan jiwa juga perlu mendapatkan jeda untuk relaks. Dalam kutipan yang disampaikan nyai Mufliha Wijayati dalam buku Menyelami Telaga Kebahagiaan kutipan dari Ali bin Abi Thalib “hiburlah hati dan jiwa mu dengan menelusuri hikmah. Karena sejatinya hati dan jiwa juga perlu diistirahatkan[7].
Jadi dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Islam menekankan pentingnya menjaga kesehatan tubuh kita, menjaga kesehatan mental. Nah kesehatan tubuh yang baik itu bisa menjadikan ibadah dan aktivitas kita akan semakin maksimal dan sempurna. Dengan demikian, memenuhi hak tubuh itu harus secara seimbang dan menjadi bagian dari bentuk syukur kita kepada Allah SWT.
[1] Hifni Septina Carolina,Menyelami Telaga Kebahagiaan, Agustus 2021, hlm 18.
[2] Hifni Septina Carolina,Menyelami Telaga Kebahagiaan, Agustus 2021, hlm 24.
[3] Hifni Septina Carolina,Menyelami Telaga Kebahagiaan, Agustus 2021, hlm 22
[4] https://telemed.ihc.id/artikel-detail-948-apa-manfaat-tidur-untuk-kesehatan.html
[5] https://www.halodoc.com/artikel/kenali-pola-tidur-yang-baik-untuk-kesehatan
[6] https://suliantisarosohospital.com/healthpedia/manfaat-tidur-berkualitas-untuk-kesehatan-tubuh-dan-pikiran/
[7] Hifni Septina Carolina,Menyelami Telaga Kebahagiaan, Agustus 2021, hlm 23.
