Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Tradisi » Tradisi Resik Kubur Sebelum Nikahan dan Sunatan
    Tradisi

    Tradisi Resik Kubur Sebelum Nikahan dan Sunatan

    19 Januari 2022Tidak ada komentar4 Mins Read111 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Pada suatu hari di sebuah ruang tamu keluarga ada beberapa anggota keluarga sedang berdiskusi untuk menggelar acara pernikahan. Diskusi diawali dengan mencari hari kapan akan dilangsungkannya akad nikah. Tiba-tiba si nenek menyuruh keluarga tersebut untuk melaksanakan kegiatan resik kubur terlebih dahulu sebelum menggelar acara pernikahan. Selanjutnya, diskusi dilanjutkan dengan membahas kegiatan resik kubur. Bu Ani masuk ikut bergabung dalam diskusi. Bu Ani bercerita kalau dulu ia juga melakukan kegiatan resik kubur sebelum anaknya sunatan. Cucu dari si nenek yang bernama Hafiz bingung apa itu resik kubur dan ia meminta neneknya untuk menjelaskan lebih detail tentang apa itu resik kubur.

    Dalam bahasa jawa ‘resik’ artinya bersih. Berarti kegiatan resik kubur itu membersihkan makam. Resik kubur sebelum menggelar acara pernikahan ataupun sunatan adalah sebuah kegiatan membersihkan makam sebelum digelarnya akad nikah ataupun sunatan. Kegiatan ini merupakan tradisi atau adat yang sering dilakukan oleh orang Jawa. Kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan 2 hari sebelum acara akad nikah dan sunatan di selenggarakan.

    Rangkaian kegiatan resik kubur biasanya diawali dengan membersihkan makam, setelah itu orang-orang yang mengikuti kegiatan tersebut biasanya akan melakukan kegiatan kepungan/slametan terlebih dahulu. Kegiatan kepungan/slametan dilaksanakan di rumah orang yang sedang melaksanakan hajatan. Kepungan/slametan adalah kegiatan memakan nasi tumpeng beserta lauk yang beraneka ragam. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan orang-orang yang mengikutinya duduk bersila melingkari (mengepung) nasi beserta lauk pauk yang ada. Nasi dan lauk pauk tersebut didoakan terlebih dahulu. Setelah selesai didoakan kemudian dimakan oleh orang-orang atau sanak saudara dari yang menggelar hajatan. Apabila nasi tumpeng beserta lauk pauknya tidak habis, maka akan dibawa pulang oleh orang-orang dengan memasukkan makanan tersebut ke dalam plastik kresek dan itu dinamakan nasi berkat.

    Kegiatan resik kubur pada acara pernikahan biasanya diikuti oleh anggota keluarga, dipimpin oleh ustad atau orang yang dituakan di tempat tersebut. Sedangkan untuk acara sunatan biasanya diikuti juga oleh teman-teman dari anak yang akan disunat. Biasanya teman-teman dari anak yang disunat akan mendapatkan bingkisan yang berisi jajan dan alat tulis sebagai bentuk terima kasih karena telah mengikuti kegiatan resik kubur.

    Pada zaman dahulu orang-orang melakukan kegiatan resik kubur bertujuan untuk meminta doa kepada keluarga mereka yang sudah meninggal, padahal orang yang sudah meninggal itu harusnya didoakan bukan dimintai doa. Tetapi sekarang tujuan dilaksanakannya kegiatan resik kubur hanya untuk melestarikan suatu adat atau tradisi dan juga agar makam keluarga tersebut terlihat bersih serta mendoakan keluarga yang sudah meninggal.

    Setelah dijelaskan oleh neneknya, Hafiz sudah paham mengenai resik kubur. Seminggu kemudian kakaknya Hafiz yang bernama Dina akan menikah dengan pujaan hatinya dan sebelum menggelar acara pernikahan keluarga mereka melaksanakan kegiatan resik kubur terlebih dahulu sesuai dengan anjuran nenek. Karena neneklah yang mengerti berbagai adat yang harus dilakukan sebelum menggelar suatu hajatan, baik itu pernikahan ataupun sunatan.

    Seperti yang sudah dijelaskan oleh neneknya Dina dan Hafiz, kegiatan resik kubur dilaksanakan dengan membersihkan makam. Lokasi makan letaknya agak jauh dari rumah mereka, sehingga orang-orang yang akan mengikuti kegiatan resik kubur naik mobil bak terbuka agar cepat sampai di sana. Setelah sampai di makam, keluarga dan tetangga Dina dan Hafiz langsung membersihkan makam, setelah itu mereka bersama-sama mendoakan keluarga dari Hafiz dan Dina yang sudah meninggal.

    Setelah bersih-bersih makam selesai, dilanjutkan dengan kegiatan slametan/kepungan dengan memakan nasi tumpeng berikut lauk pauk yang sudah didoakan. Ya, sebelum dimakan nasi tumpeng beserta lauk pauknya itu didoakan terlebih dahulu. Pada kegiatan tersebut, makanan yang ada masih tersisa sangat banyak, dan nenek Hafiz menyuruh orang-orang untuk membawa makanan tersebut (berkat). Kegiatan slametan bertujuan untuk meminta agar keluarga yang menggelar acara tersebut diberikan kesehatan dan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Kegiatan slametan itu diikuti oleh keluarga dari orang tua Dina dan Hafiz beserta tetangga mereka.

     

    Ade Tiya Putri, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto

    resik kubur tradisi jawa
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleBuah Istimewa di Tahun 2022
    Next Article Nyadran

    Postingan Terkait

    Tradisi Potong Jari, Papua

    17 Mei 2024

    Tradisi dan Riwayat Ketupat

    25 April 2024

    Perayaan Cap Go Meh

    7 Maret 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Situ Bagendit: Danau Melegenda di Banyuresmi, Garut

    30 April 20264 Views

    Inspirasi Iptek Di Dalam Bismillah

    29 April 20267 Views

    Kolam Renang “Bukit Lumpang” Menjadi Destinasi Warga Lokal

    27 April 202610 Views

    Situs Ziarah KH. Abdul Hanan Babakan Ciwaringin Cirebon

    27 April 20266 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (163)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.