Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Tirakat Rindu
    Puisi

    Tirakat Rindu

    15 Maret 2020Tidak ada komentar3 Mins Read170 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Pemaknaan suatu puisi memang komplek. Ya, puisi yang memiliki ruang sempit dalam penulisan dapat mewujudkan multitafsir. Namun, untuk mencapai titik seperti itu, penyair diharapkan memiliki kemampuan dalam berbahasa dan mengolah kepekaan rasa. (Redaksi).

    [iklan]

    Semidi Rindu

    sekian lama menyepi di purnama malam
    berabad waktu hingga akhirnya terkelam
    meski amanat cinta tak bersatu paham

    kumandang bait-bait mantra masih sama
    sesekali menyanyikan tembang asmara
    menghempas rintang yang melukai makna

    hati terdiam di setiap wirid namamu
    mencoba lepaskan senyum membelenggu
    habislah kita digugat ramu

    semidiku menghasilkan rindu
    di antara langkah penuh semu
    yang tertinggal di wajahmu

    kita telah menjadi sejarah
    hati kita telah kekal dalam tanah
    cinta menjelma rindu yang patah

    atas nama cinta menjelma rindu
    kukekalkan namamu dalam empedu

    Malang, 2019

    Di Suatu Malam

    malam itu kupekikkan luka hati
    lahir dari gugurnya pertemuan

    ada sederet doa berembus panjang
    melewati segala senyum di wajahmu
    ah … mimpi
    rindu telah lelap dalam hati

    malam itu, aku tak sibuk memejamkan mata
    apalagi berlalu lalang dalam mimpi
    hanya saja di dada masih tak mengerti

    aku tak ingin lolos dari cerita malam ini
    aku tak ingin menyusuri tubuhmu yang keji
    rindu telah melumpuhkan kaki

    Malang, 2019

     Atas Namamu, O, Kekasihku

    tentang langit menaburkan rindu
    menghisap seluruh asmara yang diramu
    di hati masih kekal namamu
    o, kekasihku
    bertahun aku kekal dalam layu
    bersama air mata dan ejaan namamu

    terus saja terlahir luka-luka baru
    bukan terjamah peluru
    apalagi runcing bambu
    namun, rasa rindu
    telah mewariskan seluruhnya
    ketika sengketa cinta telah berkuasa
    dan hati tak lagi tergenggam

    atas namamu, o, kekasihku
    memanggil untuk datang
    merengkuh tubuh yang kaku
    mendamaikan sengketa hati
    singkirkan luka rindu ini
    o, kekasihku
    akan kupanggil kau kesatria cinta

    Malang, 2019

    Tirakat Rindu

    aku telah hidup pada kehingan
    bersama angin, laut beserta arusnya

    di atas daun-daun harapan
    aku bersamedi memanjatkan doa-doa
    dan membacakan mantra air mata
    dari rasa rindu tak berkesudahan

    meski tak sampai pada puncak tirakat
    sila yang mematung telah merekah
    pada pandang sebuah kenangan
    menelantarkan keberadaan aku

    “pada pemujaan bunga wajahmu
    saat angin berembus dari laut
    aku telah menaruh mantra rindu”
    bismillah, kenangan mengekalkan rasa rindu

    Bekasi, 2020

    Sembahyang Rindu

    kukabarkan pada mendung langit
    betapa sempurnanya ayat-ayat waktu
    merawat ritual-ritual dalam kesyahduan
    ketika terlaksana sembahyang rindu
    pada jelmaan gelombang di kehidupan
    yang sempat memuat takdir di garis Tuhan

    kukabarkan pada kering daun
    perihal hujan menyucikan kehormatan
    pun kembang tujuh rupa kekal pada komkoman
    setelah kesaksian rindu
    yang ditakbirkan pada setiap doa

    seperti sujud: jiwa tertunduk
    dalam dekapan asmara
    yang melahirkan kenangan

    selesaikah sembahyang rindu
    ketika berjumpa pujaan?
    atau hanya pelampiasan
    biar tak menggenang menjadi air mata

    amboi, rupanya tak akan berkesudahan

    biar salam terlantunkan

    Bekasi, 2020

     

    Misnoto, lahir di Pulau Giliraja. Madura. Menulis puisi semenjak aktif di Sanggar Aksara dan Forum Intelektual Santri (FITRI) Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka, Bluto. Puisi-puisinya dimuat di Radar Madura, Radar Malang, Radar Cirebon, Kabar Madura, Harian Ekspres Malaysia, Majalah Kuntum, ideide.id, Radar Banyuangi, dll. buku antologi tunggal barunya berjudul “Mayang”. Sampai puisi ini dimuat, dia tingal di Bekasi.

    penyair indonesia penyair madura puisi madaru puisi madura sastra puisi
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleDestinasi Wisata DKI ditutup Akibat Virus Corona
    Next Article Kado Istimewa untuk Ibu

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Muara Jambu Ciater Tempat Wisata dan Camping

    13 April 20269 Views

    Objek Wisata Djoyland Haurgeulis

    13 April 202613 Views

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 202635 Views

    Sensasi Wahana Banana Boat di Kuningan Jawa Barat

    12 April 202615 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (208)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (154)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.