Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Sosialita » Taddabur Alam di Pantai Pameungpeuk Garut
    Sosialita

    Taddabur Alam di Pantai Pameungpeuk Garut

    1 Mei 2024Updated:3 Mei 2024Tidak ada komentar5 Mins Read4 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Pantai Pameungpeuk
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Menurut para ahli pikir pada umumnya bahwa tadabbur alam adalah giat: memikirkan, merenungkan, dan memperhatikan alam semesta, termasuk: darat, laut dan udara. Begitu juga hutan, gunung, dan pantai; bisa menjadi kawasan tadabbur alam ketika seseorang berkunjung pada area tersebut. Dari giat tadabbur alam diharapkan dapat: mengambil pelajaran, menambah wawasan, maupun mendapatkan inspirasi dari alam semesta; yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik. Satu diantara kawasan yang memungkinkan dijadikan tempat tadabbur alam adalah Pantai Pameungpeuk.

    Jika ada beberapa orang mendengar atau pun membaca nama Pameungpeuk, sebagian orang akan mengira bahwa kawasan tersebut adalah satu kawasan yang dikepung oleh pantai nan indah, asri, dan menyegarkan. Tidak salah memang, karena nama kawasan Pameungpeuk memang sudah sangat terkenal dengan serba pantai, dan perbukitannya, terutama ketika sebelum dimekarkan. Setelah pemekaran, Kecamatan Pameungpeuk dibagi menjadi empat Kecamatan terpisah yakni: Kec. Cibalong, Kec. Cikelet, Kec. Cisompet, dan Kec. Pameungpeuk. Sehingga tidak heran jika sampai saat ini masih ada masyarakat umum yang menyebutnya sebagai pantai Pameungpeuk, meskipun sebenarnya pantai pantai tersebut sudah berada di kecamatan lain yang berdekatan dengan Kec. Pameungpeuk, misalnya Kec. Cikelet, dan Kec. Cibalong.
    Terlepas dari area kecamatan yang berdekatan dengan Kec. Pameungpeuk tersebut, yang jelas untuk mencapai lokasi Kec. Pameungpeuk dan pantainya dapat diakses dari arah kota Garut, menuju ke Kec. Cikajang, kemudian ke Gunung Gelap di Kec. Cisompet, barulah kemudian memasuki Kec. Pameungpeuk. Sedangkan untuk meninggalkan Kec. Pameungpeuk bisa melalui arah balik kembali ke Garut, atau pun melalui jalur selatan sampai tembus Kab. Cianjur.

    Kec. Pameungpeuk berada di Kab. Garut, Jawa Barat-Indonesia. Untuk menuju ke dan keluar dari Kec. Pameungpeuk ke/dari arah kota Garut, bisa menggunakan mobil pribadi maupun naik taksi kendaraan umum. Sedangkan dari Pameungpeuk ke kota Cianjur Pulang pergi, masih jarang kendaraan taksi umum.
    Ada pun rute yang bisa ditempuh menuju ke Pameungpeuk dari arah Garut, menurut laman https://www.google.com/search?, seperti di bawah ini.

    Pantai Pameungpeuk

    MENIKMATI PERJALANAN DI GUNUNG GELAP

    Seperti yang telah disampaikan di atas, bahwa untuk menuju ke area Kec. Pameungpeuk, dari arah kota Garut melalui Kec. Cikajang akan memasuki kawasan Gunung Gelap sampai di Kec. Cisompet. Gunung Gelap merupakan perbukitan yang masih berupa hutan belantara, dan perkebunan. Di kawasan ini terasa cuaca sering dalam keadaan gelap tertutup kabut, lembab, dan kadang terdengar suara suara binatang liar di sepanjang perjalanan.

    Jalanan berliku, berbelok hampir menikung patah 90 derajat sudah terbiasa ditemui, ditambah naik turun mengikuti jalur jalan di tengah perbukitan. Di sepanjang kawasan, hawa dingin pegunungan mulai terasa menyelimuti badan. Jarak perjalanan menembus di tengah Gunung Gelap ini, panjangnya mencapai sekitar 25 km.

    Dalam perjalanan di kawasan Gunung Gelap kadang mengalami penurunan tekanan atmosfer udara bebas. Kondisi ini bisa menyebabkan botol air mineral yang tertutup rapat, seperti terpencet menekan air di dalam botol, dan gendang telinga pun, terasa mengalami seperti budeg. Untuk mengatasi rasa budeg ini, sebaiknya persiapkan penutup telinga, dan segera pasang di telinga, atau pun bisa juga sambil mengunyah permen ketika melintas dan berada di kawasan Gunung Gelap. Hal ini akan menambah sedikit rasa nyaman di telinga.

    Tatkala perjalanan malam hari, jika beruntung, pas musim hujan tiba, pengguna jalan akan menemui suasana sekitar kendaraan benar benar gelap. Sekeliling kendaraan dikepung oleh kabut yang sulit ditembus oleh lampu kendaraan, dengan jarak pandang ke seputaran kiri kanan, depan belakang, dan ke arah sudut pandang lain, tidak lebih dari dua meter saja.

    Pantai Pameungpeuk

    Perjalanan siang hari dalam cuaca terang, akan dapat menikmati keindahan dan keanggunan kawasan Gunung Gelap: Perkebunan Teh, Hutan belantara, Batu batu besar; semua berada di sepanjang jalan yang membelah kawasan Gunung Gelap, ditambah gemericik aliran air dari mata air pegunungan atau pun perbukitan, plus air terjun di kejauhan yang bisa dipandang dari pinggir jalan di kawasan Gunung Gelap. Di area tertentu, tersedia warung makanan, dan minuman.

    Pantai Pameungpeuk

    Adapun pemandangan nan indah, segar, dan tampak mempesona bisa diabadikan melalui jepretan kamera foto, maupun video. Beberapa hasil foto dari sumber akun facebook, seperti di bawah ini.

    Pantai Pameungpeuk

    Pantai Pameungpeuk

    Pantai Pameungpeuk

    PESONA PANTAI PAMEUNGPEUK

    Seperti yang telah disampaikan di atas bahwa Pantai Pameungpeuk bagi sebagian orang merupakan sebutan semua kawasan pantai yang dulunya berada di Kec. Pameungpeuk sebelum terjadi pemekaran Kec. Pameungpeuk. Pada saat ini setelah pemekaran, kawasan pantai tersebut tersebar di Kec. Pameungpeuk, Kec. Cikelet, dan di Kec. Cibalong.

    PANTAI SAYANG HEULANG

    Pantai Sayang Heulang mempunyai makna pantai sebagai tempat tinggal burung elang. Pantai ini terletak di desa Mancagahar, Kec. Pameungpeuk. Saat ini telah mengalami revitalisasi pantai sebagai tujuan wisata di Jawa Barat. Pantai ini tertata rapi, nyaman, dan aman sebagai destinasi wisata pantai. Pengunjung bisa menikmati laut lepas dari tepi pantai, sambil pesan beraneka macam kuliner khas menu serba ikan laut, atau menu yang lain, atau pun bersua foto di Monumen Dua Sayap.

    Pantai Pameungpeuk

    PANTAI SANTOLO – CIKELET

    Di seberang Pantai Santolo – Cikelet terdapat Pulau Santolo yang bisa dikunjungi melalui penyebrangan perahu nelayan. Pantai Santolo yang berpasir putih relatif bersih dan nyaman untuk dikunjungi, sambil berjalan kaki sepanjang pantai.

    Debur ombak, burung camar, dan pohon pohon laut seperti: Ketapang laut, Cemara, Bakau dan Pandan laut; setia menemani wisatawan yang datang ke Pantai Santolo.

    Pantai Pameungpeuk

    Kawasan pantai Santolo tidak semuanya bisa didatangi dengan berjalan kaki, karena ada lokasi yang sulit dijangkau tanpa menyusurinya menggunakan perahu nelayan. Terutama pada kawasan yang langsung menghadap ke laut lepas, dengan pantainya yang penuh batu karang.

    Di belakang bebatuan karang ini dipenuhi dengan pohon pandan laut, seolah menjadi dinding mengaman dari terpaan angin laut yang menuju arah ke daratan. Di pantai ini terkesan: nyaman, aman, sepi, dan terasa tepat untuk melakukan tadabbur alam.

    Penulis berhasil mencapai lokasi ini, dan segera memperhatikan anugerah alam yang begitu indah mempesona.

    Pantai Pameungpeuk

    Pantai Pameungpeuk

     

    Tentu masih sangat banyak obyek wisata pantai di sekitar Kec. Pameungpeuk yang perlu ditelusuri pada kesempatan lain, agar minimal bisa menambah wawasan wisata, bahwa ternyata kawasan Pantai Pameungpeuk dan sekitarnya memang luar biasa indah lagi mempesona, dan pas untuk kawasan tadabbur alam.

    Liputan Kek Atek

    Pecinta Pegunungan dan Pantai, tinggal di Rumpin, Bogor, Jawa Barat – Indonesia.

     

    Pantai di Garut Pantai di Jawa Barat Pantai Pameungpeuk
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticlePikaco Wangkelang, Tempat Ngopi di Tepi Sungai
    Next Article Jokpin: Bawalah Kebersahajaanmu untuk Bekal di Surga

    Postingan Terkait

    Ketika Bahasa Tegal Hampir Padam, Sastra Tegalan Menyalakan Api

    2 Desember 2025

    Tiga Giat Keren Penyair Sampai dengan Triwulan ke Tiga – 2025

    11 Oktober 2025

    Keseruan di Bulan Juni, Juli Sampai Menyongsong Agustusan 2025

    13 Agustus 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202681 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202539 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202543 Views

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 202528 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.