Tradisi

Syair Mainan Anak-Anak Jaman Baheula

Jangan Lupa Di Rate Ya!
Tinggal Pilih Bintang Saja!

SYAIR MAINAN ANAK-ANAK JAMAN BAHEULA

 

Dulu, sekitar tahun 1970 ke bawah, di nuswantara ini ada puluhan jenis permainan anak-anak yang sekarang ini sudah mulai dilupakan orang. Bahkan sudah hilang dari dunia bermain anak-anak. Di setiap daerah ada banyak permainan anak-anak sesuai dengan tradisi dan budaya masing-masing masyarakatnya. Di daerah Betawi misalnya, ada berbagai macam jenis permainan anak-anak yang bisa dimainkan oleh 1 orang, 2 orang, 3 atau lebih dari 4 orang. Seperti main Tak Umpet, Galasin, Gatrik, Dampu, Cutik, Congklak, Gogolio, dsb.

Salah satu sisi yang menarik dari permainan anak-anak di Betawi itu adalah di awal sebelum permainan dimulai. Dalam permainan Tak Umpet, misalnya. Untuk menentukan siapa satu anak yang jaga dan siapa yang sembunyi (ngumpet) dilakukan dengan cara undian (humpimpah). Anak-anak yang akan bermain berkumpul melingkar, lalu sambal membolak-balik satu telapak tangan masing-masing, semuanya melantunkan syair Hum Pim Pah:

Humpimpah alaihum gambreng
Mak ipah pake baju rombeng
Makan nasi abis satu kaleng
Nggak abis gue tempeleng
Gaaam… breeng….!

Syair Hum Pim Pah itu diulang-ulang terus sampai akhirnya didapat siapa yang kalah dan siapa yang menang. Ada juga cara yang lebih praktis dan cepat, yaitu dengan Tangtolang.  Caranya adalah salah seorang membuka telapak tangannya, yang lain meletakkan jari telunjuk di telapak tangan tersebut sambil melantunkan syair Tang To Lang:

Tangtolang
kemiri kacang ijo, jo….
Tang. Tangkep
Pentillewe lewe cip…
Plong!
 

Jari telunjuk yang tertangkap dialah yang jadi, yang kalah dan harus jaga.

Lucu dan unik syair anak-anak itu. Ada juga syair yang mirip mantra atau doa. Ketika anak-anak ingin main hujan-hujanan (mandi hujan), misalnya. Ketika di langit terlihat awan mendung menggantung, mereka berharap hujan segera turun dengan menyanyikan syair seperti ini:

Ruk uruk uruk
Ujan turun biar gede
Anak kucing mau mandi
 
Syair anak-anak yang bernuansa doa dan mantra ada juga ketika membuat terompet batang padi atau Gogolio. Begini bunyi mantranya:

Dok dok emping
Empingnya padi bulu
Disodok melenting
Keluar ulet bulu
Fuiih…!

Syair mantra itu juga ada ketika dalam permainan Jalangkung, memanggil mahluk halus dengan media boneka tertentu.

Jalangkung jalangse
Di sini ada pesta kecil
Saya harap datang
Datang tak diundang
Pulang nggak diantar

Dunia anak-anak memang dunia yang mengasyikkan. Menyenangkan. Mengejek teman pun cukup dengan nyanyian dg syair yang lucu seperti berikut ini:

Dut dut lang kecapi pentil
Gendut pulang nenteng tai upil

Yang diejek tidak marah, tapi langsung membalas ejekan dengan nyanyian yang tak kalah asyiknya:

Peng olek-olek naro paku di bendungan
Bopeng jelek nggak laku kebingungan

He he he… dunia anak-anak memang dunia yang menyenangkan. (AY)

Sumber Foto : https://www.dictio.id/t/hompimpa-permainan-undian-bertabur-ungkapan/16990
https://images.app.goo.gl/ZZxNy8m5jCDrDkfUA

1 Comment

Leave a Comment