Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Sosialita » September Ceria
    Sosialita

    September Ceria

    16 September 2021Updated:29 September 2021Tidak ada komentar3 Mins Read15 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Masuk bulan september adalah sudah musimnya ber-ber an kata orang tua dulu. Betul… September identik dengan hujan  Dan saya adalah orang yang selalu terinspirasi dengan hujan. Seperti dini hari kemarin pada minggu pertama bulan September. Hujan sudah turun sejak pukul 3 dini hari. Saya terbangun lalu beranjak dari tempat tidur. Membuka jendela di mana langit masih gelap. Memandang hujan dan mendengarkan suaranya. Suara air yang menetes pada daun- daun. Suara hujan yang tercurah dari langit dan kilat sesekali menyambar dengan gemuruhnya adalah orkestra yang sempurna. Itu perasaan yang sukar dilukiskan. Saya bahkan membuka pintu kamar menuju balkon lebar-lebar. Lama saya berdiri di sana hingga Kemudian suara  pengajian jelang subuh terdengar. Saya tambah bahagia karena itu berarti sudah banyak orang lain yang sudah terjaga seperti saya. Kemudian saya mempersiapkan diri dengan ritual sholat sunah sebelum subuh. Selesai subuh saya langsung turun ke dapur dimana asisten rumah tangga sudah selesai dengan mengepel lantai dan mesin cuci sedang bekerja. Kami sempat mengobrol sambil membuat teh. Air dijerangnya… sementara saya langsung membuka kulkas untuk melihat isinya  Saya ingin membuat sesuatu yang hangat untuk sarapan pagi anak- anak hari itu.


    Masih ada ayam dan jamur sisa kemarin plus satu bonggol jagung manis. Itu sempurna. Saya tinggal mencincang bawang bombay dan bawang putih lalu sebutir telur dan satu sendok tepung maizena/sagu itu semua adalah bahan yang lengkap untuk sup krim jagung manis dan ayam. Mantap.

    Ini komposisi bahan dan bumbu sup krim jagung ala saya:

    1 Buah Bawang bombay
    2 Siung bawang putih
    1 Sdm butter atau mentega
    1 bonggol jagung manis (disisir)
    150 gram dada ayam filet
    100 gram jamur putih

    Lada hitam, gula putih, garam dan rempah lain jika anda punya.
    Mudah saja bumbu dan bahan- bahannya, kan?

    Cara membuat:
    Cincang bawang bombay dan bawang putih hingga halus. Potong-potong ayam seukuran dadu. Jamur diiris sesuai selera.

    Tumis semua bawang dengan mentega hingga harum. Masukan jagung manis. Tambahkan 500ml air. Didihkan. Masukan ayam. Didihkan kembali. Lalu larutkan tepung maizena/sagu ke dalam 200ml air. Aduk aduk hingga mendidih agar tak menggumpal. Masukan semua rempah, penyedap, Gula putih dan garam. Tes rasa. Angkat.

    Kebetulan saya punya roti banquet panjang yang sudah mengeras. Alangkah sayang jika dibuang. Saya ulek 2 siung bawang putih. Tambahkan garam dan lada. Lalu campur dengan 2 sendok makan mentega. Olesi di atas roti yang sudah saya belah dan saya potong-potong sesuai selera. Taburkan seledri yang sudah diiris halus. Saya panggang di Oven biasa alias Oven Kompor selama 30 menit.

    Ah… sup jagung manis plus ayam dan jamur… pada pagi yang hujan. Sarapan dengan bahan- bahan yang ada… tentu saja kami memulai hari dengan penuh inspirasi. (CBD)

    hujan september sup krim jagung
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleSi Onyet dan Si Kokok
    Next Article Little Woman

    Postingan Terkait

    Revolusi Kue Modern di Era Digital: dari Dapur Rumahan Menjadi Industri Kreatif Bernilai Jutaan

    18 Mei 2026

    Wisata Dataran Tinggi Dieng Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan

    5 Mei 2026

    Pada Hari Ketika Penyair Mati, Kata-Kata Menolak Pemakaman

    5 Mei 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menakar Aroma Surealisme Puisi Penyair D. Zawawi Imron “Sungai Kecil”

    19 Mei 202642 Views

    Revolusi Kue Modern di Era Digital: dari Dapur Rumahan Menjadi Industri Kreatif Bernilai Jutaan

    18 Mei 202612 Views

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202631 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 202613 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (81)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (167)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.