Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Puisi-Puisi Iin Muthmainnah
    Puisi

    Puisi-Puisi Iin Muthmainnah

    18 Desember 2022Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    WASIAT BUMI KEPADA TUNAS

    Nak,
    Jika matahari tak lagi menyiram ragaku
    Dan angin berlalu begitu saja tanpa menyapa tubuhku,
    Maka biarkan cintamu abadi
    Memberi ketenangan diri

    Nak,
    Jika hujan tak lagi gemeresik di telinga
    Dan embun hanya membasahi ilalang pusara,
    Tetaplah tumbuh, bertunas dan berbunga
    Hingga semerbakmu selalu tercium di sana

    Nak,
    Jika kemarau panjang tiba
    Dan tanahku tandus tak kentara,
    Maka basahilah dengan doa-doa

    Nak,
    Jika rindumu sederas air mataku
    Dan lelah kakimu penuh beban pilu
    Datanglah nak,
    Dekapku masih setegar yang dulu
    Meski tampak semu.

    Sumenep, 28 Oktober 2022

    SAJAK AKHIR ZAMAN

    Sebelum bumi tutup usia
    Sudahkah kita memutar diri di depan kaca?
    Menilai jejak yang sempat berpijak
    Menata langkah serta mencari arah.
    Kawan,
    Bumi kita haus dan kelaparan
    Tubuhnya gemetar meniti jalan
    Sudahkah kita dulang dengan amal kebajikan?
    Lihatlah,
    Gunung-gunung erupsi
    Lahar panas tumpah dari perut bumi
    Miskinkah zikir kita kepada Ilahi?
    Banjir bandang memakan banyak korban
    Laut muntah hingga mengusik daratan
    Menenggelamkan ribuan bangunan
    Tidakkah kita tambak dengan mengikis maksiat kepada tuhan?
    Pandemi dengan berbagai penyakit  menyerang
    Rumah sakit sesak penuh ketakutan
    Anak kecil pun menjadi korban.
    Sudah cukupkah sedekah kita untuk melawan?
    Kawan,
    Sirene kehidupan sebentar lagi akan didentingkan
    Sudah siapkah bekal kita menuju keabadian?

    Sumenep, 29 Oktober 2022

    PUSARA ASMARALOKA

    Antara rindu dan temu yang bermuara di matamu
    Membelenggu sajakku di relung pilu
    Namamu berada di sepanjang deretan bir dan anggur
    Menelanjangi mimpiku yang kini sudah terkubur

    Aroma tubuhmu semerbak di taman
    Bercampur wangi mawar yang layu dalam dekapan
    Melekat dalam jiwa yang pekat
    Menyiksa ingat yang tak henti tertambat

    Ketika secercah embun berhenti membasahi pagi
    Dan senyummu menetap dalam peti mati
    Tahulah, bahwa riak senja telah mengepung diri
    Dan menenggelamkanku bersama jejak matahari

    Engkau adalah bias purnama
    Yang redup setelah duka gerhana
    Kunang-kunang telah membawamu bersama jantungku dengan sayapnya
    Sedang seluruh jiwaku tertinggal bersama luka

    Sumenep, 30 Oktober 2022

    ELEGI SEBUAH NAMA

    Ketika angin menyebar kabar duka
    Dan jiwaku berkabung dalam kepahitan yang mendera
    Tuhan mengambilmu dariku dengan paksa
    Dan membiarkan batin tersiksa

    Malam penuh ketakutan
    Bayangmu tak henti berpendar dalam ingatan
    Air mata membanjiri gulita tanpa enggan
    Mencekik langkahku yang hilang arah tujuan

    Di malam yang penuh gemintang
    Lalu suram mencekam
    Keindahan tampak rabun
    Rasaku mati tertimbun

    Engkau yang abadi dalam hati
    Namamu dalam doaku selalu terpatri.

    Sumenep, 31 Oktober 2022

    BUTIRAN DEBU

    Roda waktu penuh gelisah
    Meminang sayap cinta yang telah patah
    Luruh jiwaku penuh pasrah
    Membiarkan lorong berliku memenuhi sebuah kisah

    Jika kau bertanya tentang rasa yang tinggal seiris
    Mengendap di palung hati, terkikis
    Lelah diri mengepung tangis
    Menjarah segalanya menjadi pupus

    Mengapa engkau membiarkanku tergugu di gurun sahara
    Mendera kemarau yang membunuh irama cinta
    Bersama luka engkau enyah tanpa sisa rasa
    Terbang menjadi butiran debu yang mengendap di tangkai cemara

    Maafkan daku,
    Jika tak kau temukan lagi rindu
    Bahkan yang terselip di pangkuan semu

    Sumenep, 1 November 2022

    Iin Muthmainnah, yang lahir di Sumenep pulau garam Madura pada tanggal 10 September 2000. Adalah alumni PP. AGUNG DAMAR dengan banyak mimpi. Mulai mencintai dunia literasi sejak kelas 5 SD

    Puisi Cinta puisi kehidupan Puisi Romantis
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleIngin Dendam Namun Sudah Hilang ‘Novel Bernard Batubara’
    Next Article Membuka Ruang LiteraSIP

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    Puisi-Puisi Riki Utomo

    21 September 2025

    Puisi-Puisi Kang Thohir

    7 September 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Burung dan Masjid—Dunia Alam dan Dunia Ibadah

    9 Desember 20252 Views

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 202514 Views

    Ketika Bahasa Tegal Hampir Padam, Sastra Tegalan Menyalakan Api

    2 Desember 202510 Views

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 202510 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (158)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (77)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (187)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (22)
    • Sosial Politik (29)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.