Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Tradisi » Pletokan – Senapan Bambu
    Tradisi

    Pletokan – Senapan Bambu

    29 Juni 2020Tidak ada komentar2 Mins Read1,672 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Pletokan adalah senjata mainan yang terbuat dari bambu dengan peluru kertas basah atau pentil jambu air atau bisa juga buah tekokak. Pletokan ini adalah permainan khas anak Betawi jaman dulu. Senjata mainan yang di Betawi disebut Pletokan ini, pada masyarakat Sunda disebut Bebelotak, sedangkan di Jawa Timur dan Madura disebutnya Tor Cetoran.

    Pletokan ini biasanya dimainkan oleh anak laki-laki. Mereka sangat senang dengan memainkan pletokan ini. Seakan-akan mereka sedang berperang, kadang-kadang sambil membayangkan adegan-adegan perang dalam film. Peperangan yang menyenangkan tapi tidak membahayakan karena pelurunya terbuat dari bahan yang tidak berbahaya. Selain itu permainan ini dimainkan secara gratis.

    [iklan]

    Senjata atau senapan yang bernama Pletokan ini bahannya cukup dari bambu saja. Cara membuatnya pun gampang. Secara tehnis, senapan Pletokan ini terdiri dari 3 bagian seperti terlihat pada gambar berikut ini:


    Bahan-bahan yang dibutuhkan dan cara membuatnya adalah seperti berikut ini:

    1. Sebatang Bambu sepanjang 20-30 cm dengan diameter 0,5-1 Cm. Pilih bambu yang tua. Lalu batang bambu dibagi menjadi 2, panjang dan pendek. Yang panjang untuk Laras Tembakan (20-25 Cm) dan yang pendek (5-10 Cm) untuk gagang Sodokan Tembakan.
    2. Potong dan Raut bambu sesuai dengan lingkaran laras dan gagang yang lain sesuai dengan
      lingkaran laras dan gagang Sodokan Tembakan. Potongan/rautan bambu untuk sodokan usahakan masuk ke gagang sodokan dengan ketat tak mudah copot. Sedangkan bagian yang masuk ke laras tembakan cukup longgar, dan panjangnya sedikit lebih pendek dari batang laras tembakan.
    3. Siapkan kertas koran atau kertas apa saja lalu basahi untuk kemudian dijadikan peluru senapan Pletokan.

    Cara memainkan atau cara menembaknya adalah seperti berikut ini:

    1. Peluru Pertama dimasukan dengan Sodokan Tembakan sampai ke ujung Laras Tembakan
    2. Peluru kedua dimasukkan dan ditolak/disodok dengan Sodokan Tembakan. Peluru kedua ini berfungsi sebagai Klep Pompa untuk mendorong Peluru Pertama Selain itu juga akan menjadi peluru berikutnya yang akan siap untuk ditembakkan.
    3. Suara tembakan akan mengeluarkan bunyi “pletok” dan peluru terlontar sejauh kira-kira 5 meter, lurus ke depan.
    4. Selain menggunakan kertas basah, peluru juga bisa menggunakan Pentil Jambu Air dan buah Tekokak atau Leunca.

    Demikianlah, senapan bambu bernama Pletokan ini bisa anda buat dan mainkan untuk anak-anak kita tersyang. Seru dan pasti menyenangkan. Selamat mencoba. (AY)

    alat permainan anak mainan bambu permainan anak zaman dulu
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticlePresiden Jokowi Kerasukan Rakyat
    Next Article Negeri Kelana dalam Hati Seorang Introvert

    Postingan Terkait

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 2026

    Tradisi Potong Jari, Papua

    17 Mei 2024

    Tradisi dan Riwayat Ketupat

    25 April 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Revolusi Kue Modern di Era Digital: dari Dapur Rumahan Menjadi Industri Kreatif Bernilai Jutaan

    18 Mei 202610 Views

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202626 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 202610 Views

    Menikmati Panjat Tebing Puisi Penyair Darmanto Jatman “Memandang Padang Alang-Alang Pada Suatu Malam”

    9 Mei 202663 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (80)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (167)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.