Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Pendidikan » Pentingnya Menstimulus Kemampuan Merangkak
    Pendidikan

    Pentingnya Menstimulus Kemampuan Merangkak

    30 Juli 2020Updated:30 Juli 2020Tidak ada komentar3 Mins Read22 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Belajar Merangak
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Pentingnya Menstimulus Kemampuan Merangkak

    Ayah Bunda, pasti pernah melihat kan betapa lucunya bayi yang sedang merangkak? Perhatikan ! Saat bayi merangkak, maka anggota tubuh bayi akan menyilang sedemikian rupa sehingga tangan kiri maju dan kaki kanan maju, lalu tangan kanan maju dan kaki kiri maju dan seterusnya secara bergantian. Gerakan awal sebelum merangkak, biasanya bayi usia 8 bulan mulai mengesot, ada pula yang merayap.

    [iklan]

    Menurut hasil penelitian bahwa anak-anak yang tidak merangkak atau hanya merangkak sebentar (cepat berjalan), mencapai nilai lebih rendah dalam uji kemampuan anak prasekolah.  Wah sedemikian besar ya efeknya!  Lalu apa saja bahaya apabila  saat bayi kita tidak akan merangkak? Yaitu antara lain:

    • Gangguan Keseimbangan. Karena saat merangkak, bayi akan mengerahkan kemampuannya agar tubuh tetap seimbang, tidak terjatuh saat bergerak kesana kemari yaitu dengan cara menyilangkan anggota tubuhnya.
    • Gangguan Konsentrasi. Ternyata, fakta unik lainnya bahwa ketika merangkak tidak hanya otot besar saja yang bergerak tapi juga koordinasi antara mata, pendengaran, kemampuan berpikir bagaimana caranya agar bergerak, juga mempengaruhi emosi bayi , serta kemampuan mengingat gerak.

    Perlu diketahui bahwa gangguan konsentrasi ini ada dua macam, yaitu:

    1. Gangguan konsentrasi audio. Anak cenderung mengalihkan perhatian saat mendengar suara atau bunyi walaupun itu hanya sedikit. Kemudian pecahlah konsentrasinya dan informasi yang sudah didapat oleh si anak kala belajar akan buyar. Misal, anak sedang belajar kemudian perhatian teralih hanya karena terdengar kucing mengeong di luar, suara tertawa temannya, suara radio tetangga, dan lainnya.
    2. Gangguan konsentrasi visual. Anak cenderung tergoda untuk mengalihkan perhatiannya hanya karena melihat sesuatu. Contoh, ketika sedang belajar kemudian anak melihat mobil lewat, televise menyala, temannya lewat dan lainnya.
    • Kesulitan Belajar Dan Kecerdasan Yang Tidak Optimal. Bahaya yang ketiga ketika kita tidak merangkak adalah sulit belajar dan kecerdasan menurun. Wah ngeri ngeri sedapnya bila hal ini terjadi pada kita atau anak/keluarga kita. Secara logika, jika anak sudah mengalami gangguan konsentrasi, maka efeknya adalah anak akan kesulitan untuk mencerna informasi yang diterimanya. Dan tentu berpengaruh lah pada capaian belajar anak.

    Lalu bagaimana bila kita atau anak/keluarga kita sudah terlanjur tidak merangkak? Menurut Dr. Tri Gunadi dari klinik Yamet, cara menstimulasi atau mengejar ketinggalan kita yang tidak merangkak yaitu dengan senam otak dirutinkan setiap hari, menggerakkan anggota tubuh secara menyilang seperti :

    1. tangan kanan memegang telinga kiri, tangan kiri memegang telinga kanan secara bergantian. Dilakukan dengan pelan kemudian sampai dengan cepat
    2. tangan kanan menyentuh kaki kiri yang diangkat, bergantian angkat kaki kanan- tangan kiri menyentuhnya. Begitu seterusnya dilakukan bergantian dengan pola lambat kemudian cepat.
    3. Gerak silang menggosokkan tangan kanan ke paha, kemudian secara bersamaan tangan kiri dikepal dan dipukul-pukulkan ke paha.

    Dan masih banyak cara lainnya untuk meningkatkan keseimbangan otak kanan dan kiri dengan senam otak.

    foto model : Gahara Maena Sastrawan

     

    Nur Fitri Agustin (Umi Fitri), si bungsu dari lima bersaudara yang berprofesi sebagai guru TK di Cirebon, sudah merilis buku solo maupun antologi fiksi dan nonfiksi. Banyak pula menulis artikel parenting. Sekarang ini sedang fokus mendalami penulisan buku pengayaan.

    artikel anak belajar merangkak pendidikan anak
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleJawa Tengah Tak Larang Sholat Idul Adha
    Next Article Jew : Rumah Demokrasi Asmat

    Postingan Terkait

    Membaca Peta Jalan Pemikiran Gus Dur: Catatan dari Esai Republik Bumi di Surga

    31 Mei 2025

    Bahasa Indonesia sebagai Alat Komunikasi dan Persatuan Bangsa

    23 Oktober 2024

    Perkembangan Bahasa Indonesia di Era Digital

    23 Oktober 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Healing Murah Meriah di Pantai Kejawanan: Wajah Baru, Vibes Makin Seru!

    24 April 202612 Views

    Wisata Waterpark Tiga Bintang Firdaus Indramayu

    24 April 20266 Views

    Wisata Modern Pantai Kesambi

    24 April 202613 Views

    Pesona Kolam Renang Cikomboy

    24 April 202612 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (160)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.