Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Sinematografi » Pekan Film Masyarakat Adat 2019
    Sinematografi

    Pekan Film Masyarakat Adat 2019

    14 Agustus 2019Updated:15 November 2019Tidak ada komentar2 Mins Read10 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Memperingati HIMAS dan 20 Tahun AMAN

    PEDULI “NASIB” MASYARAKAT ADAT

    “Meneguhkan Tekad, Memperkuat Akar dan Mengedepankan Solusi” menjadi tema dari perhelatan Pekan Film Masyarakat Adat 2019, yang diselenggarakan 9-11 Agustus, di Taman Ismail Marzuki.

    Selain film digelar pula Pameran Produk, Permainan Tradisional, dan Festival Kuliner Masyarakat Adat sehingga suasananya semarak dengan pakaian khas, ragam bahasa para peserta, yang kesemua itu didukung oleh berbagai lembaga, antara lain Ford Foundation, Eagle Institute, Infis, Dewan Kesenian Jakarta, Forum Film Dokumenter.

    Pekan Film yang diadakan untuk memeriahkan 20 tahun Aliansi Masyarakat Adat Nusantara – AMAN sekaligus merayakan Hari Masyarakat Adat Sedunia – ICPW, utamanya didedikasikan bagi sineas muda agar semakin peka tentang cerita/kisah hidup dan kehidupan warga masyarakat adat di Nusantara.

    [iklan]

    23 film dokumenter digelar selama 3 hari, dari pagi hingga malam, dilengkapi dengan diskusi yang menghadirkan pegiat bahkan pakar film dokumenter – yang ternyata mendedikasikan hidup mereka untuk mengetahui, mendalami, memfilmkan dan menghadirkan kepada khalayak ramai agar memiliki kepedulian terhadap “nasib” warga masyarakat adat, yang adalah saudara sebangsa setanah air kita – bangsa Indonesia.

    Semua film yang ditayangkan menunjukkan berbagai keprihatinan situasi-kondisi geografi, pergaulan keseharian, tradisi, juga semangat perjuangan menjalani kehidupan. Beberapa judul di antaranya : Sapara Clothing A Tradition in Danger, Mentawai Tatto Revival, Kembalinya Ekosistem Leuser dari Kebun Sawit Illegal, Suming craying the Flag, Aku Bukan Toraja, Penjaga Mandat Leluhur, Kesepakatan Rahasia Hancurkan Surga Papua, Semangat Juang Talang Mamak, Warisan (Tak) Terabaikan.

    Dari judulnya menunjukkan ada “sesuatu” yang ingin ditunjukkan oleh para sineas – yang sebagiannya memang berlatar-belakang pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat – LSM peduli lingkungan hidup, adat istiadat. Film dokumenter coba menangkap-mencerna dan tunjukkan berbagai ekspresi. Berbagai bahasan menunjukkan adanya “protes” terhadap kesewenang-wenangan oknum pejabat pemerintahan yang melanggar hak ulayat masyarakat adat, bahkan menguasai dan memanfaatkannya, antara lain untuk perkebunan sawit, tambang batubara, minyak, dan sebagainya – yang merusak lingkungan hidup.

    Kepedulian pemerintah pusat wajib terus ditingkatkan. Pengawasan ketat terhadap kementerian yang mengeluarkan ijin konsesi lahan harus terus dilakukan, juga terhadap korporasi yang melakukan penyelewengan, memanipulasi kebijakan, melanggar aturan harus ditindak lengkap dengan hukuman tegas. Contoh mutakhir : eksport asap  ke negara tetangga gara-gara kebakaran hutan, jelas mempermalukan martabat bangsa Indonesia. Di mana nasionalisme para konglomerat ?! (UBS)

    festival film 2019 pekan film 2019 pekan film masyarakat adat 2019
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleKurban dan Makna Politik Indonesia
    Next Article Pelantikan Jabatan di LAPAN

    Postingan Terkait

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 2025

    Little Woman

    16 September 2021

    Film dan Teguh Karya

    23 September 2020
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202618 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 20266 Views

    Menikmati Panjat Tebing Puisi Penyair Darmanto Jatman “Memandang Padang Alang-Alang Pada Suatu Malam”

    9 Mei 202648 Views

    Wisata Dataran Tinggi Dieng Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan

    5 Mei 20267 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (80)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (166)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.