Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Pendidikan » Mengenal Aliran-Aliran dalam Kesusastraan
    Pendidikan

    Mengenal Aliran-Aliran dalam Kesusastraan

    6 Mei 2024Tidak ada komentar3 Mins Read6 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Dalam kesusastraan dapat dijumpai berbagai aliran yang dianut oleh para pengarang dalam proses menuliskan karya-karyanya. Aliran-aliran ini juga berkembang di penulis-penulis Indonesia pada karya-karyanya. Ada sekitar tiga belas aliran-aliran dalam kesusastraan yang akan dijelaskan di bawah ini :

    Realisme: aliran ini berdasarkan pada kenyataan dan bersifat obyektif. Seorang penulis bertindak sebagai cermin yang membayangkan kembali kehdupan sekitarnya tanpa ditambah, dikurangi, diperbagus, atau diperjelek. Jika kita melihat pada masa-masa pasca kemerdekaan, yang disering disebut sebagai penulis angkatan ’45 bisa dikatakan sebagai penganut aliran realisme. Itu semua dapat dilihat pada hasil karya sastranya yang mempunyai unsur realisme. Misalnya ‘Kota Harmoni’ dalam kumpulan cerpen ‘Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma’, yang dikarang oleh Idrus.

    Naturalisme : ini adalah cabang dari aliran realisme yang ingin melukiskan keadaan sebenarnya dan cenderung melukiskan kenyataan-kenyataan yang jelek. Hasil karya sastra yang berunsurkan naturalisme, misalnya ‘Belenggu’ karya Armin Pane.

    Neo Naturalisme : aliran naturalisme yang tidak hanya mengemukakan keburukan atau kejelekan saja, melainkan cenderung pula melukiskan keadaan yang baik dan bagus. Hasil karya sastra yang berunsurkan neo naturalisme seperti, Atheis karya Achdiat Kartamihardja.

    Dertemine : ini juga bagian dari naturalisme yang bisa diartikan “paksa nasib”. Tetapi bukan nasib yang ditentukan oleh Tuhan, melainkan nasib yang ditentukan oleh keadaan masyarakat keturunan, kesukaran karena akibat peperangan dan sebagainya. Masyarakat yang bobrok yang akan melahirkan manusia-manusia seperti itu.

    Impresionisme : aliran yang mengemukakan cara atau jalan ditempuh pengarang guna menyampaikan kesan dan pandangannya pada alam sekitarnya. Kesan atau pandangan yang dikemukakannya itu sangat menonjol. Contoh sajak ‘Candi’ gubahan Sanusi Pane.

    Ekspresionisme : aliran yang mengambil cara menyampaikan segala lukisan dengan menempuh curahan jiwa. Penulis tidak semata-mata menceritakan, mencurahkan hati tentang suatu lukisan. Puisi-puisi Chairil Anwar yang mempunyai daya ekspresi yang luar biasa, antara lainnya puisinya Isa, Doa, 1943.

    Surealisme : aliran yang merupakan realisme yang berlebih-lebihan sehingga lukisan itu merupakan campuran antara realisme dan ekspresionisme. Contoh Radio Masyarakat oleh Rosihan Anwar. Aki oleh Idrus. Surat Kertas Hijau oleh Sitor Situmorang.

    Romantik : merupakan hasil jiwa yang tidak puas oleh kenyataan dan lari ke dunia angan-angan (fantasi). Aliran ini bertentangan dengan aliran realisme. Penulis-penulis angkatan Balai Pustaka dan angkatan  Pujangga Baru adalah penganut aliran ini.

    Idealisme : aliran yang mengutamakan ide atau cita-cita sebagai pokok tujuan. Penulis memandang ke masa depan, ke masa yang dapat memberikan bahagia kepadanya atau kepada nusa dan bangsanya. Contoh Candi oleh Sanusi Pane. Layar Terkembang oleh Sutan Takdir Alisjahbana.

    Simbolik : aliran yang mengutamakan sesuatu dengan melalui simbol atau perlambang dan dijelaskan menurut bisikan hati. Aliran ini banyak digunakan oleh penulis Indonesia pada masa Jepang. Contoh ‘Lukisan’ oleh Rosihan Anwar.

    Mistisisme : suatu keadaan hati yang merasa berdekatan dengan jiwa ke-Tuhanan, kebenaran yang berakhir dengan persatuannya dengan Tuhan yang Maha Esa. Rindu Dendam oleh J.E Tatengkeng. Sedih dan Gembira oleh Usmar Ismail.

    Psikologisme : aliran yang mengutamakan aliran hati. Jadi memandang sekelilingnya hanya sebagai alat untuk menjadi tinjauan rohani. Contoh Jalan tak Ada Ujung oleh Mochtar Lubis.

    Didaktik : aliran yang bermaksud memberi pendidikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Bahannya diambil dari tengah-tengah kenyataan hidup. Contoh Syair Perahu oleh Hamzah Fansuri.

    (red)

    Aliran karya sastra Faham dalam kesusastraan Mengenal aliran sastra
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleHalal Bihalal Dapoer Sastra Tjisaoek
    Next Article Puisi-puisi Dion R. Prasetiawan

    Postingan Terkait

    Membaca Peta Jalan Pemikiran Gus Dur: Catatan dari Esai Republik Bumi di Surga

    31 Mei 2025

    Bahasa Indonesia sebagai Alat Komunikasi dan Persatuan Bangsa

    23 Oktober 2024

    Perkembangan Bahasa Indonesia di Era Digital

    23 Oktober 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202686 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202540 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202543 Views

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 202528 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.