Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Sinematografi » Mau Bikin Film Dokumenter? Yuk Kenali 10 Jenisnya.
    Sinematografi

    Mau Bikin Film Dokumenter? Yuk Kenali 10 Jenisnya.

    3 Juli 2019Updated:15 November 20191 Komentar4 Mins Read87 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Hai sobat mbludus, mau tau dong, lagi buat karya apa pekan ini? Dengar-dengar lagi buat film dokumenter ya? wah.. keren! Bicara tentang film dokumenter, satu hal penting yang menjadi nilai lebih film dokumenter mu adalah mengkerucut, maksud mengkerucut disini bukan kaya topi badut yang ada polkadot-polkadotnya ya, tapi memusatkan fokus tema pada subjek yang ada. Hayoo, sudah mengkerucut ke subjek tema belum? Karena selain menjunjung tinggi realitas dan sangat mengharamkan rekayasa, film dokumenter tidak bisa disebut dokumenter jika tidak mengkerucut pada satu subjek. Nah untuk memudahkan kamu megkerucutkan film dokumenter mu, mbludus bakal kasih tau 10 jenis film dokumenter, menurut Andi Fachrudin (2012:325-334) pada buku Dasar-dasar Produksi Televisi, berikut jenis-jenisnya..

    1. Potret/Biografi

    Sebelum masuk kedalam pembuatan film dokumenter biografi, kamu harus tau dulu 3 golongannya,

    1. Potret, yang mengupas aspek human interest dari seseorang. Plot yang diambil biasanya berisi sanjungan, simpatik, kritik pedas, atau bahkan pemikiran sang tokoh.
    2. Biografi, film yang cenderung mengupas kisah sang tokoh, berawal dari cerita kelahirannya, hingga saat tertentu (sekarang, masa kesuksesan, bahkan kematiannya sang tokoh)
    3. Profil, tidak jauh berbeda dari kedua sub diatas, Profil dokumenter umumnya lebih banyak membahas aspek-aspek positif tokoh seperti keberhasilan atau kebaikan yang dilakukan.

    Nah dari keterangan 3 golongan diatas, sudah tau dong jenis film potret/ bigorafi ini lebih banyak membahas sosok tokoh, tinggal tergantung kamu mau menceritakan si tokoh tersebut menggunakan sub yang mana.

    1. Laporan perjalanan

    Film dokumenter satu ini, banyak memperkenalkan estetika suatu daerah, atau alam. Jenis film ini bisa dikatakan dengan istilah lain, yaitu travelogue, travel film, travel documentary, dan adventures. Contoh film dokumenter yang nggak asing di telinga adalah Lentera Indonesia, dokumenter Lentera Indonesia ini menampilkan dokumentasi antropologi dari para ahli etnolog atau etnografi, maka dari itu selain menghibur, program tv Lentera Indonesia ini juga memiliki nilai pengetahuan yang tinggi.

    1. Ilmu pengetahuan

    Film ini, berisi penyampaian informasi, mengenai suatu teori, sistem, berdasarkan, disiplin ilmu tertentu. Kemasan film bisa berbentuk film edukasi/ Sains (jika di tujukan untuk publik khusus) atau film instruksional (jika di tujukan untuk publik umum dan luas). Contoh film dokumenter ilmu pengetahuan yaitu Dari Desa Ke Desa, yang dibuat TVRI pada masa orde baru, masih pada inget nggak ya..?

    1. Sejarah

    Dalam pembuatan film dokumenter ini membutuhkan data dan narasumber yang akurat, sebisa mungkin tidak boleh ada yang salah atau rancu dalam pemaparannya, karena dokumenter sejarah berkaitan dengan ilmu pengetahuan.

    [iklan]

    “Pada era reformasi, peta film dokumenter sejarah diproduksi penekanannya karena kebutuhan masyarakat akan pengetahuan dari masa lalu. Disebabkan mobilitas pekerjaan masyarakat yang sangat tinggi, membatasi mereka akan pengetahuan tentang sejarah.” Pada kutipan ini, dokumenter sejarah sangat dibutuhkan untuk merekam memori pengetahuan dari masa lalu, untuk masyarakata di masa sekarang ini. Kalau kamu sempat melihat acara Metro Files yang ditayangkan di Metro TV, nah ini salah satu contohnya.

    1. Nostalgia

    Bisa dikatakan jenis film dokumenter satu ini tak begitu jauh dengan jenis sejarah. Hanya saja jenis film ini lebih menekankan pada kilas balik atau  napak tilas dari kejadian seseorang atau sekelompok.

    1. Investigasi

    Jenis dokumenter ini memang kepanjangan dari investigasi jurnalistik. Peristiwa yang diangkat umumnya pristiwa yang ingin diketahui lebih mendalam, misalnya kasus dokter ilegal, jaringan mafia suatu negara, atau yang lainnya. Terkadang, dokumenter ini membutuhkan rekonstruksi untuk membantu memperjelas suatu peristiwa.

    1. Rekontruksi

    Film dokumenter jenis ini mencoba memberi gambaran ulang terhadap peristiwa yang terjadi secara utuh. Peristiwa yang bisa dibuat rekonstruksinya adalah peristiwa kriminal, bencana, dan lainnya. Rekontruksi juga bisa dilakukan tanpa pelaku, lokasi, kostum, make up, dan lighting yang persis dengan aslinya.

    1. Perbandingan dan Kontrakdisi

    Dokumenter ini menengahkan sebuah perbandingan, bisa dari seseorang atau sesuatu yang bersifat budaya, perilaku, dan beradaban suatu bangsa. Biasanya film mengungkapkan perbedaannya terlebih dahulu baru menengahkan keduanya pada akhir plot film.

    1. Dokumenter eksperimen / Seni (Association Picture Story)

    Film eksperimen/film seni, menggabungkan gambar, musik, dan suara atmosfer (noise). Penggabungan tersebut secara artistik menjadi unsur utama, karena tidak menggunakan narasi, komentar, maupun dialog/ wawancara. Musik memberi nuansa gerak kehidupan yang dapat membangkitkan emosi penontonnya. Kaya bukan film dokumenter ya? padahal jenis ini masuknya film dokumenter lho.

    1. Dokumenter buku harian

    Film dokumenter jenis ini mengacu pada catatan perjalanan kehidupan seseorang yang diceritakan kepada orang lain. Struktur ceritanya cenderung linear serta kronologis, narasi menjadi unsur suara yang lebih banyak digunakan. Sudut pandangnya pun terasa lebih subjektif sebab sangat berkaitan dengan apa yang dirasakan subjek pada lingkungan tempat ia tinggal, peristiwa, bahkan perlakukan teman-temannya yang berada di sekitar subjek.

    Nah itu dia 10 Jenis film dokumenter yang bisa kamu gunakan untuk mengkerucutkan subjek tema yang kamu buat. Jadi, apa sudah tertantang membuat film dokumenter, atau sebelumnya sobat mbludus sudah buat film dokumenter? Ih boleh dong mbludus liat, Shared link videonya, di comment ya.. (DSN)

    #cinematografi #filmdokumenter #pendidikan film gaya hidup
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleBang Bang Tut
    Next Article Literasi Dini ke Literasi Global

    Postingan Terkait

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 2025

    Little Woman

    16 September 2021

    Film dan Teguh Karya

    23 September 2020

    1 Komentar

    1. Pingback: Simak! 4 Hal penting yang harus dipersiapkan, dalam pembuatan Film Dokumenter. - Mbludus.com

    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Inspirasi Iptek Di Dalam Bismillah

    29 April 20265 Views

    Kolam Renang “Bukit Lumpang” Menjadi Destinasi Warga Lokal

    27 April 20269 Views

    Situs Ziarah KH. Abdul Hanan Babakan Ciwaringin Cirebon

    27 April 20266 Views

    Healing Murah Meriah di Pantai Kejawanan: Wajah Baru, Vibes Makin Seru!

    24 April 202612 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (162)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.