Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Maryam
    Puisi

    Maryam

    12 Juli 2020Tidak ada komentar2 Mins Read39 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    H.B. Jassin dalam ‘Tuhan, Imajinasi Manusia dan Kebebasan Mencipta’ di buku Kritik Sastra Indonesia Mencari Kambing Hitam (2017) menyatakan Maka apabila seorang pengarang atau pelukis menggambarkan Tuhan dengan kata-kata, dengan lukisan, ataupun dengan patung, dia tahu bahwa itu bukanlah Tuhan, tapi ide ketuhanan. Demikian pula orang lain, umat yang melihat, mereka tahu bahwa itu bukanlah Tuhan, tapi ide ketuhanan. Jadi, yang dituliskan Shiny adalah penuangan gagasan dirinya sebagai penyair. (Redaksi)

    [iklan]

    Puisi-Puisi Shiny.ane El’poesya

    Maryam

    Maryam adalah Ibu
    dan sebab Ibu
    ia adalah sumber kelahiran kasih

    sebab sifat ibu
    pula Tuhan melahirkan
    alam semesta

    Ibu, adalah tempat mengarah segala
    tempat tergumpal dendam dan cinta

    Dendam sebab sebesar apapun kasih ibu
    seorang anak selalu merasa kurang dan tak puas
    Dan cinta sebab dalam dendam itu
    seorang anak selalu tak mampu membalas

    Ibu, adalah darah yang mengalir
    dari ujung ubun-ubun hingga kaki
    sebelum air anggur dan cawan
    jadi penting dalam perjamuan suci

    Ibu, adalah daging sejati
    ketika ruh seorang anak
    masih melayang-layang dalam mimpi

    Ibu adalah Maryam
    dan Maryam adalah Ibu
    yang hidup dalam pelukan
    keinginan ilahi

    Oleh karenanya, setelah almanak sepi
    dalam menghitung mimpi duniawi
    ke dalam rumahmu aku kini diam kembali

    Menghadap Tuhan–yang turun mencari
    anak-anaknya yang jatuh dalam cemas–
    di luar surga dan kolam susu abadi

    Di Yudea

    lahirlah seorang anak kepada kita
    yang ditakdirkan untuk mengumpulkan para gembala

    Maka datanglah di pinggir palungan
    kepada Yohannes, Gabriel
    membawa kabar gembira
    bahwa telah sampai waktunya
    berbuah pohon angggur dan ara

    Di Yudea, di Bait Laila,
    pada awal bulan Sivan
    telah turun kepada kita, bukan …
    bukan kata-kata,
    melainkan seorang anak manusia

    Seperti rembulan, bintangnya
    atau asap minyak Mur yang seringkali
    masih tersebar harumnya di luar malam hari
    –seperti cinta yang kerap menembus jiwamu

    Bahwa telah sampai waktunya
    yang dari musim telah lama
    berbuah pohon anggur dan ara
    yang kelak dapat kau simpan
    dalam kain lampin mabuk sajakku

    Yang dari langit turun ke dadamu
    ke Bait Lahmimu–ke rumah dagingmu

    Di Yudea. Ya, di Yudea.

    Oleh seorang Ibu–yaitu Maria yang jiwanya
    senantiasa memuliakan Tuhannya,
    telah lahirlah seorang anak kepada kita
    yang ditakdirkan untuk membebaskan
    manusia dari seluruh rasa bencinya

    Di Masjid Ini

    Di masjid ini–di masjid malam ini

    aku tak melihat seorang pun
    ruku atau bahkan bertakbir
    hanya kudengar suara sebuah tangisan
    gaib yang menggema sudah begitu tua

    Suara itu entah mengapa aku rasa
    ingin sekali memeluknya
    mengasihi dan mencintainya

     

    Diambil dari buku puisi ‘Bidadari Masehi’ karya Shiny.ane El’poesya

    puisi kontemporer puisi naratif puisi religius puisi sastra
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleBidadari Penjelajah Masehi
    Next Article Main Egrang atawa Jajangkungan

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    Puisi-Puisi Riki Utomo

    21 September 2025

    Puisi-Puisi Kang Thohir

    7 September 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Burung dan Masjid—Dunia Alam dan Dunia Ibadah

    9 Desember 20252 Views

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 202514 Views

    Ketika Bahasa Tegal Hampir Padam, Sastra Tegalan Menyalakan Api

    2 Desember 202510 Views

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 202510 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (158)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (77)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (187)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (22)
    • Sosial Politik (29)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.