Makan Dan Jum’atan Di Belgia

Catatan Perjalanan Atik Bintoro #3

Ada yang bilang Belgia adalah Negara paling eksotik di Benua Eropa betapa tidak, bangunan bangunan perkantoran maupun tempat tempat bisnis masih bergaya bangunan kuno mirip mirip jaman Romawi.

Di siang hari ramai dikunjungi wisatawan, malam hari pun lampu lampu gemerlap memperindah suasana Belgia. Kali ini aku menelusuri Brussel satu di antara kota di Belgia. Beli tiket terusan untuk naik bis maupun Kereta Api. Satu tiket harganya 19 Euro untuk 10 kali naik bus maupun kereta api. Setelah itu bisa diisi ulang, semacam tiket Komuter Kereta Api di Jakarta.

[iklan]

Jika kuat jalan kaki, lebih baik jalan kaki malah, sebab  jarak antar obyek wisata di Brussel semuanya saling berdekatan. Disamping itu jalan kaki, bisa sambil langsung selfi selfi di tempat yang sekiranya sesuai selera untuk selfi di sepanjang perjalanan kaki. Tidak perlu menunggu bis atau kereta berhenti.

belgia

Dijamu Imam Masjid Schaerbeek minum teh manis anget

Tentu yang dituju pertama bagiku adalah warung makan halal di sekitar kawasan Avenue Chazal, Schaerbeek, Brussel. Ada beberapa pilihan tempat dan menu masakan, diantaranya Restoran India beserta menu makanan India, dan Restoran Turki beserta menu makanan Turki. Saya belum menemukan Restoran Orang Asean, lebih lebih Warung Padang, Warung Nasi Pecel Jawa dan Warung Nasi Uduk, maupun Nasi Goreng juga belum aku temui. Padahal bumbu Nasi Goreng sudah dijual di super market Brussel.

Makanan Turki, maupun India memang lezat dan nikmat. Disamping itu porsinya itu loh, bisa tiga kali porsi rata rata warung di Jakarta. Hampir setiap kali makan, saya selalu tidak bisa menghabiskan. Sisanya saya bawa pulang, minta dibungkuskan ke penjaga warung.

Makan di restoran Belgia

Ketika Jum’atan tiba, kami berlima: saya, Syair, Giri, Abi dan Angga segera merapat ke Masjid masyarakat Muslim di area orang orang Turki di sekitar kawasan Schaerbeek, Brussel. Seperti biasa, Jum’atan berjamaah, tata caranya tidak terlalu berbeda dengan Jum’atan di Jakarta. Selesai Jum’atan, ngobrol dengan imam Jum’atan dan jajarannya, dilanjutkan silaturohmi dengan sesama Muslim. Kemudian diajak minum teh anget oleh imam masjid. Selepas itu kami pun langsung menuju restosan halal untuk santap makan siang. Sambil buka buka Novel karya Penulis Senior dari Tangerang, Nana Sastrawan.

Sarung dan kopyah memang membawa berkah. Melihat pakaianku bersarung dan berkopyah hitam. Hampir sepanjang perjalanan banyak orang minta poto bareng, mendadak mirip selebriti kondang. Mereka langsung menyapa:

“Assalaamu alaikum, Indonesia?”
“Waalaikum salam. Yes we are from Indonesia.”
“You are my brother.”
“Yes, thank you.”

Saya lanjutkan dengan sedikit basa basi dalam bahasa Arab, karena saya dengar ada yang berkomunikasi dalam bahasa Arab. Kemudian kami pun foto foto bareng. Oh ya, kebanyakan mereka dari keturunan Turki, Pakistan, Tunisia, dan Maroko. Wajah-wajahnya sudah mirip orang bule. Saya pun tidak bisa membedakan.

belgia

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *