Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Sinematografi » Lima Tips Membuat Film Cinematic ala Film Festival
    Sinematografi

    Lima Tips Membuat Film Cinematic ala Film Festival

    10 Juni 2019Updated:13 November 2019Tidak ada komentar4 Mins Read44 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Lima Tips Membuat Film Cinematic ala Film Festival

    Dewi Shinta N

    Kamu punya cita-cita gantiin mas Garin Nugroho, Hanung Bramantyo dan Angga sasongko? Jawabannya, mampukah filmmu menarik perasaan orang sampai nangis sesenggukan kayak film buatan 3 laki-laki di atas? Ya, kalau kamu mau filmmu sampai memahat hati audience dan mampu tembus ke festival film, kamu harus mampu menguasai teknik cinematic.

    [iklan]

    Apa sih itu teknik cinematic? Teknik cinematic atau video sinematik merupakan sebuah video yang terasa lebih hidup karena nuansa estetika yang sangat menonjol. Video cinematic umumnya dipakai pada film layar lebar, film dokumenter, video iklan, vlog (video blog), video wedding dan video yang pada umumnya menampilkan keindahan. Nah apa aja sih tips  membuat film kamu menjadi cinematic ala film festival? Yuk simak,

    1. Naskah dan Storyboard

    Jika naskahmu sudah kelar, waktunya kamu melampiaskan imajinasimu ke dalam gambar. Dari setting tempat, setting waktu, angle, teknik pengambilan gambar sudah harus kamu tentukan dari sekarang. Maka storyboard dibutuhkan dalam pembuatan film, selain menghindari terlewatnya adegan yang sudah tertulis di naskah, storyboard juga berfungsi sebagai acuan seorang Director Of Photography (DOP) untuk mengambil gambar. Karena film yang baik terlahir dari menyatunya imajinasi seorang penulis naskah dan seorang DOP.

    1. Lensa

    Pernah liat film yang belakangnya ngeblur kan? Nah gambar yang ngeblur itu hasil dari lensa yang bagus. Maka banyak yang bilang “lensa merupakan kunci utama dari gambar-gambar cinematic” ya nggak bisa bohong juga sih, kebanyakan film yang tembus dalam film festival diambil dengan lensa prime. Lensa prime adalah lensa fix dengan focal lenght 35mm, 50mm, 85mm, 135mm.Dengan bukaan lebar mulai dari f 2.2 s/d 1.4 pada lensa prime, maka akan menghasilkan ruangan yang lebih sempit. Alhasil Gambar yang dihasilkan pada objek akan lebih tajam Dan blur pada backgroundnya

    1. Frame rate 24 Fps dan rasio

    Untuk mendapatkan hasil video yang film abis, kamu bisa menggunakan, frame rate kamera film, 24fps. Beberapa kamera digital kini telah memiliki fitur frame rate 24fps, selain 30fps dan 60fps. Jangan lupa rasio yang digunakan adalah 16:9 dan 2.35:1 ya, karena rasio ini adalah standar Wide Screen Movie. Gimana sudah dapat feel cinematic, yang kaya dibioskop belum?

    1. Color Grading

    Color grading, adalah pewarnaan pada film. Tidak ada warna khusus untuk menentukan warna cinematic karena color grading dihasilkan tergantung pada selera masing-masing. Untuk dapat membuat warna yang pas dan terlihat apik pada video sebenarnya bukanlah hal yang mudah. Tapi kamu bisa menggunakan, color grading yang sudah ada di adobe premier atau LUT Color Grading yang banyak bertebaran di om Google.

    1. Teknik Pengambilan gambar

    Jika Still dan Panning sudah kamu lakukan dalam pembuatan film pendekmu, coba teknik pengambilan gambar ini agar film mu lebih dramatis,

    • Backlight Shot: teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan dari belakang.
    • Reflection Shot: teknik pengambilan yang tidak diarahkan langsung ke objeknya tetapi dari cermin/air yang dapat memantulkan bayangan objek.
    • Door Frame Shot: gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di dalam ruangan.
    • Artificial Framing Shot: benda misalnya daun atau ranting diletakkan di depan kamera sehingga seolah-olah objek diambil dari balik ranting tersebut.
    • Jaws Shot: kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera.
    • Framing with Background: objek tetap fokus di depan namun latar belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah.
    • The Secret of Foreground Framing Shot: pengambilan objek yang berada di depan sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan adegan.
    • Tripod Transition: posisi kamera berada diatas tripod dan beralih dari objek satu ke objek lain secara cepat.
    • Artificial Hairlight: rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan lebih dramatik.
    • Fast Road Effect: teknik yang diambil dari dalam mobil yang sedang melaju kencang.
    • Walking Shot: teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan orang yang sedang berjalan terburu-buru atau dikejar sesuatu.
    • Over Shoulder : pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut hanya terlihat kepala atau bahunya saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa objek sedang melihat sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.
    • Profil Shot : jika dua orang sedang berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari samping, kamera satu memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan orang kedua.

    Nah itu dia Tips agar filmmu bisa tembus ke festival film. Kamu sudah coba belum? Kalau kamu sudah pernah buat menggunakan teknik cinematic, boleh banget share link Youtube mu di kolom komentar ya, lumayan kan buat nambah viewers hehe.. Yuk olah imajinasi dan terus berkarya!

    film sinematografi
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleSains dan Teknologi untuk Kita
    Next Article Melankolia Hujan dan Musik Bisu

    Postingan Terkait

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 2025

    Little Woman

    16 September 2021

    Film dan Teguh Karya

    23 September 2020
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202686 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202540 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202543 Views

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 202528 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.