Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Hikayat Negeri Poci
    Puisi

    Hikayat Negeri Poci

    14 April 2021Updated:14 April 2021Tidak ada komentar3 Mins Read91 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Hidup tanpa cinta bagai malam tanpa bintang, bagai sayur tanpa garam. Cinta membuat hidup kita jadi indah. Dan keindahan itu bisa ada dimana-mana, misalnya di merangkai kata sebagai ungkapan rasa cinta seorang penyair, sebagaimana  terasa pada puisi-puisi Mauliya Nandra berikut ini. Selamat menikmati
    Salam.

    Bayangan di Dinding Doa

    Menjelang petang, malam yang kelap
    Barangkali, wajahmu yang temaram
    Tenggelam dalam larutan suci
    Seperti langit bersama air
    Yang menghendakinya tumpah
    Pada bibir yang manis
    Namamu melambung ke angkasa biru
    Berhias bintang di indah jagad tubuhmu
    Seluruh kulit dan sendiku bergetar
    Mengguncangkan selaput darahmu
    Yang memerahkan dadaku
    Angin di pantai asmara
    Melabuhkan putik kembang sariku
    Lalu menghembuskan nafas pada jelmaan mawar merah
    Di warna yang merekah marwah

    Purwokerto, 30 Agustus 2019

    Biarkan Marahmu Melelah

    Aku tahu, terbakarlah ruang hatimu
    Sebab kau lihat
    Jemariku menggenggam kiasan katanya
    Menikmati gerimis yang manis
    Lengkap dengan sepasang roti hangat
    Menjeritkan kisah di atas putik mawar
    Menyuap dunia,
    agar hanya milik berdua

    Namun kala itu,
    rupanya kabut menyelimuti matamu
    hanya dengan cermin aku berkata-kata
    perihal penantian yang tak kunjung habis
    kini kau temuiku dengan puisi
    merah ada pada pipimu yang manja
    memberiku dekapan terlangka
    dan benarlah yang diungkapkan hatiku
    dirimu akan lelah dalam amarah

    Purwokerto, 23 Oktober 2018

    Di Bawah Kawanan Hujan

    Di bawah kawanan hujan
    Aku tidak berkeluh
    Sebab basah hariku
    Juga lusuh sarungmu
    Tetaplah kopi yang hangat untukku

    Aku menghitung rintiknya
    dengan sederhana
    Setiap tetes adalah kehangatan
    Setiap derasnya adalah telaga
    Meraup habis lelah dan dahaga

    Dan aku bersamamu
    Lebur dalam butiran kesejukkan
    Bersama nafas yang selalu pagi
    Di bawah kawanan gerimis
    Yang gemerciknya memancur

    Di bawah kawanan hujan
    Aku tidak berkeluh
    Meski petirnya menyambar denyut nadi
    Tetapi harmoninya
    Menjadikan kita sepasang
    Tanpa perlu alasan
    Melangitkan hati dan hari
    Di keabadian lembah asmara

    Hujan hari telah menyibukkanku
    Bersama bibir lembut
    Yang bertemu di ujung kerut garisnya
    Hingga siang meninggi
    Petir pun kembali ke khayangan

    Purwokerto, 7 April 2019

    Hikayat Negeri Poci

    Aku mendengar hikayat
    Dari negeri dalam poci
    Ramai rindang hijau pohonnya
    Awan-awan biru selimuti akarnya
    Pun padi menguning sepanjang hilir

    Kini barisan petir
    Dari negeri pandemi
    Menggetarkan tanah-tanah sayu
    Hingga terkubur cita dan harapan
    Gemuruhi jiwa yang damai

    Cerita dari negeri poci
    Telah berjumpa di akhir liriknya
    Tersisip doa di baris kesepuluh
    Agar turun bersama hujan
    Di bulan mendatang
    Mengalahkan petir dan guruh

    Banjarnegara, 19 Juli 2020

    Mauliya Nandra Arif Fani, berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah. Sekarang menempuh pendidikan S1 di IAIN Purwokerto, Pendidikan Agama Islam. Ia aktivis di Sekolah Kepenulisan Sastra Peradaban (SKSP) IAIN Purwokerto. Karyanya dimuat di simalaba.net, koran Kabar Madura, tembi.net dibukukan dalam antologi berjudul Mata Air Hujan di Bulan Purnama, dan buku antologi puisi seperti 100 puisi terbaik Lomba Cipta Puisi ASEAN IAIN Purwokerto, Antologi Pilar Puisi 5 IAIN Purwokerto, Lomba Cipta Puisi Rumah Kreatif Wadas Kelir, 100 puisi terbaik Lomba Puisi Nasional Antologi Kata, 250 puisi terbaik Lomba Puisi Sahabat Inspirasi Pena, dan pernah jadi juara 3 Lomba Puisi Nasional Event Hunter Indonesia sehingga berkesempatan melakukan kunjungan sastra ke Singapura.

    negeri poci penyair banjarnegara penyair IAIN Purwokerto
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleMahkota Ratu Semut
    Next Article Peluncuran Buku Sastra Timur Karya Abdul Hadi WM

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    Puisi-Puisi Riki Utomo

    21 September 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202686 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202540 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202543 Views

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 202528 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.