Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Halo Dongan Dongan
    Puisi

    Halo Dongan Dongan

    5 Maret 2022Updated:12 Maret 2022Tidak ada komentar4 Mins Read116 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Riami, begitulah Penyair yang tinggal di Malang ini memperkenalkan nama diri. Kali ini empat puisinya berhasil tembus tayang di hadapan kita semua, yaitu : /Rahasia Kehidupan/, /Sekuntum Harap/, /Halo Dongan Dongan/, dan /Puisi/.

    Penyair sekaligus seorang pengajar di SMPN 2 Pakisaji Kab. Malang, Jawa Timur ini dalam menggurit puisi-puisinya serasa berusaha memadukan kehidupan sehari-hari sebagai seorang guru sekaligus penyair yang melakukan eksplorasi penyelidikan terhadap berbagai rona dan warna dinamika kejadian sehari-hari sampai pada konsepsi pikir di sekitarnya.

    Sebut saja puisi pertama berjudul /Rahasia Kehidupan/ yang dilahirkan begitu apik dari mulai penelusuran geliat rahasia kehidupan itu sendiri sampai pada /Juga laju jantung telah berhenti/.

    Ada pun pada Puisi ke dua /Sekuntum Harap/ terendus adanya harapan yang senantiasa tumbuh dalam keseharian, dan mengantarkan Penyair pada pengakuan transeden melalui ungkapan /Memohon diaminkan doa-doa/.

    Sedangkan pada Puisi yang ketiga /Halo Dongan Dongan/ ada catatan dari Penyair bahwa Halo dongan dongan (Bahasa Mandailing), yang artinya: halo teman teman. Catatan ini membantu untuk memberi informasi bagi pembaca bagaimana mulai menelusuri makna dan rasa puisi tersebut.

    Untuk Puisi ke empat yang berjudul /Puisi/ terpindai aktivitas Penyair dalam melakoni kehidupan yang cenderung beraroma penuh spiritualisme mulai dari /Sekata demi sekata/ sampai pada pencapaian/ ke dunia abadi/.

    Tentu setiap puisi mempunyai cita rasa dan makna tersendiri, terlebih jika dihubungkan dengan pengembaraan jalan kepenyairan.

    Semakin ditelusur semakin banyak ruang yang cenderung memancing minat untuk masuk ke dalamnya. Selamat menemukan rahasia di balik setiap kata!

    Rahasia Kehidupan

    Masih ingatkah ketika bayi?
    Tangis adalah tanda kehidupan
    Yang bisa dirasa detak jantung
    Juga gerak geliat lucu

    Perlahan menjadi anak, remaja dewasa
    semua tumbuh dengan rasa-rasa
    Perlahan kau rasakan gigi mulai sakit

    Ditanggalkan gigi satu persatu
    Mulai kita berpikir tak butuh raga gigi yang penting tidak nyeri
    Inilah ayat nyata kematian perlahan yang diberikan-Nya

    Begitu rasa iba bisa timbulkan tangis
    Rasa bahagia timbulkan syukur
    Rasa geli timbulkan canda

    Suatu hari semua akan sunyi
    Semua akan pergi
    Dan raga-raga itu terbaring tak berdaya
    Tanpa ada yang bisa menolong
    Sebab sudah tak ada lagi gerak gelembung paru
    Juga laju jantung telah berhenti

    Bukit Nuris, 2022

    Sekuntum Harap
    : Buat RS

    Menyibak langit
    Bersimpuh di peluh waktu
    Kita dua tangan dari satu jiwa
    Memohon diaminkan doa-doa

    “Ketuklah keningmu, rontokkan semua pikiran berat,” kau menasihatiku
    Laksana penasihat istana

    Seketika, kuingat
    Kaulah bunga kecil
    Yang harus kujaga sepenuh waktu dan doa
    Tiba-tiba harap itu bergulir dari setiap tetes purba
    Yang menjadi terkabulnya setiap pinta kebaikan padamu

    Bukit Nuris, 2021

    Halo Dongan Dongan

    Sekadar ucap salam
    Rindu umpama sinar
    Menembus daun-daun cemara
    Saat wabah kuasai desa
    Kuasai wajah
    Kuasai senyum

    Sapa adalah doa
    Sapa adalah pengikat kuat
    Sebab temu tak lagi bisa kuhirup aromamu

    Oh sahabatku
    Sesaplah butiran embun-embun doa
    Yang kukirim lewat cakrawala
    Berhembus bersama angin
    Menjadi embun di bunga teratai jiwamu

    Sejuklah alam
    Sejuklah hati
    Dalam rindu
    Menghunus waktu
    Saat titik itu dijatuhkan

    Bukit Nuris, 2021
    Catatan:
    Halo dongan dongan (Bahasa Mandailing)
    Artinya: halo teman teman.

    Puisi

    1/
    Kuramu secara alami, dicuci dengan nurani dibalur doa tulus
    Sekata demi sekata
    Semoga bisa jadi pelebur dosa

    2/
    Menjadi ulat awal mengerikan dalam pencarian
    Bermetamorfosis jadi kepompong cukup lama
    Lalu aku menjadi kupu kupu yang indah terbang ke dunia yang gemerlap
    Menebar kasih sesama insan
    Menikmati syukur dalam nektar karunia-Mu

    3/
    Benih sebesar biji kemangi
    Tumbuh subur dalam pot mujahadah
    Menunas bermakna dalam satu masakan urap kebersamaan
    Menjalin kasih sesama dalam aksara

    4/
    Baktiku pada pemilik Kalam
    Menulis kebajikan walau sehuruf di langit nan cerah atau pun mendung
    Meneteskan embun kebajikan meski hanya sebutir linang air mata ketulusan

    5/
    Akhirnya kuharap kata menjadi pintu berkah
    Pintu anugerah
    Pintu hidayah
    Pintu keridaan
    Merengkuhku dalam hening kasih sepanjang zaman hingga ke dunia abadi

    Bukit Nuris, 2021

    Riami, tinggal di Malang. Pernah menulis di Malang Post, penulis buku Catatan Harian Belajar di Bukit Nuris, Pelangi Krinduan, Kisah Romansa di Negeri Awan, Serpihan-serpihan Kisah Kita, Sajak Biru. Menulis di kompasiana.com, bergiat di Group Kelas Puisi Alit (KEPUL) Mendalami Puisi bebas di Kelas AIS( Asqalani Imagination Schol), KPB (Kelas Puisi Bekasi), Kelas Menulis Daring Elipsis.  Mengajar di SMPN 2 Pakisaji Kab. Malang

    Puisi Cinta puisi kehidupan puisi sastra
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticlePenanaman Pendidikan Karakter Melalui Literasi Kepribadian Pada Buku Cerita Anak
    Next Article How to Watch Euro 2024 Qualifier Soccer From Anywhere FREE

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    Puisi-Puisi Riki Utomo

    21 September 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202686 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202540 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202543 Views

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 202528 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.