Berita Terkini

Bandung Reader Festival 2019

Bandung Reader Festival 2019
Jangan Lupa Di Rate Ya!
Tinggal Pilih Bintang Saja!

Bandung Reader Festival 2019

Dalam serangkaian acara Bandung Readers Festival 2019 yang berlangsung selama lima hari di lima titik berbeda, Abraham and smith HQ didaulat menjadi tempat diskusi di hari ke-tiga yang mengambil tema Hak Baca Bagi Difabel. Direktur Bandung Independent Living Center (BILiC) Yuyun Yuningsih dan Astuti Parengkuh, aktivis dan relawan Difalitera.Org dari Solo didapuk menjadi narasumber, juga Iwan dari Jurusan Bahasa Isyarat yang bertugas mengalih bahasakan uraian diskusi ke dalam bahasa isyarat untuk teman tuli.


Turut hadir juga para teman difabel Bandung. Antara lain; Muhammad Budi Pramono difabel Celebral Palsy atau lumpuh otak, Aden Achmad difabel daksa, Billy Birlan Purnama difabel tuli yang juga ketua Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu indonesia), Jawa Barat, juga mantan penyanyi cilik yang sudah mempunyai dua album dan menderita penyakit autoimun Guillain Barre Syndrome (GBS) sejak usia 17 tahun, Ogest Yogaswara.

Dalam diskusi yang berlangsung dua jam tersebut, Yuyun berhasil memperkenalkan pengertian difabel,  syarat seseorang bisa disebut difabel, juga upaya apa saja yang bisa membuat kaum difabel terpenuhi hak bacanya kepada para audiensi.

Bandung Reader Festival 2019

Text to voice sangat membantu bagi kaum difabel, juga peran aktif pemerintah dan masyarakat untuk menemukan difabel yang masih bersembunyi atau sengaja disembunyikan oleh keluarganya untuk menerima hak yang sama dalam menerima dan berbagi informasi,” tutur Yuyun. “Harapan saya, nantinya ada kamus bisindo online yang mudah diakses di setiap ponsel sehingga memudahkan teman dengar untuk berkomunikasi dengan teman tuli,” lanjutnya

Setali tiga uang dengan Yuyun, Astuti juga memaparkan bahwa perangkat audio memang sangat membantu bagi kaum difabel. Difalitera.Org sendiri sudah menerapkan siaran radio untuk kaum difabel. Terbukti, sudah lebih dari 150-an karya yang berhasil diaudiokan mulai dari puisi, cerpen, dongeng, atau buku sastra. Menurut penuturan Astuti.

Di akhir sesi, Rena yang merupakan tim panitia meminta agar peserta diskusi diajari bahasa isyarat dasar. Lalu, Billy Birlan maju ke depan untuk mengajari abjad dari A hingga Z dengan bahasa isyarat. Bandung(6/9). TN

Bandung Reader Festival 2019

Leave a Comment